Metaverse Bali 1928
Wakil Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Made Marlowe Makaradhwaja Bandem yang juga selaku Koordinator Proyek Bali 1928. Sumber Foto : tis.bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Metaverse, sebuah konsep dunia virtual yang saat ini sedang hangat diperbincangan oleh warganet di dunia maya. Metaverse dapat membuat seseorang menjelajah hingga bertemu secara virtual dengan warganet lainnya dalam bentuk avatar.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Bali, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali terus meningkatkan inovasi-inovasi dan kreativitas yang tiada henti. Hal tersebut dikatakan Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan dalam acara Coffee Morning ITB STIKOM Bali Bersama Media yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2022 pada Rabu (9/2/2022) di Duta Orchid Garden, Denpasar.

Acara yang bertajuk ‘Sinergi ITB STIKOM Bali dan Media Dalam Transformasi Budaya Berbasis Digital’ ini dihadiri langsung Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Made Bandem, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Wakil Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, Sekretaris Yayasan Widya Dharma Shanti, Lilis Yuningsih, Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, Para Dosen, dan puluhan media.

Dalam sambutannya, Dadang Hermawan mengatakan, saat ini ITB STIKOM Bali sudah menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional sesuai dengan visi misi kampus.

Baca Juga :  Selamatkan Anak Putus Sekolah dengan Pendirian Institute Teknologi Blockchain Indonesia

“Akhir tahun 2021, ITB STIKOM Bali kembali menjadi PTS No. 1 dari 163 PTS di Bali-Nusra versi webometrics,” tegas Dadang.

Disela-sela acara tersebut, diisi juga pemaparan Dedy Panji Agustino, S.Kom., M.M.Si dari Inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali tentang pengenalan teknologi Metaverse kepada awak media.

Metaverse
Dedy Panji Agustino, S.Kom., M.M.Si dari Inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali. Sumber Foto : Istimewa

Menurut Panji, kehadiran Metaverse akan banyak muncul peluang-peluang yang membentuk kultur baru.

“Banyak ekosistem yang muncul seperti, digital content creator, dan ahli-ahli teknologi informasi menjadi peran penting dalam ekosistem tersebut,” ucap Panji.

Kata Panji, tidak dipungkiri Blockchain, NFT, dan Metaverse akan dikembangkan di Inkubator ITB STIKOM Bali untuk mengasah kemampun mahasiswa maupun alumni ITB STIKOM Bali sendiri untuk menciptakan Start Up baru.

Sharing content akan menjadi jauh lebih besar di Metaverse dan beberapa lini bisnis di dunia nyata akan muncul secara organik di dunia digital,” ungkap Panji.

Baca Juga :  ITB STIKOM Bali Borong Empat Penghargaan LLDIKTI Bali – NTB

Ditanya tentang pemanfaatan Metaverse untuk pemasaran suatu perusahaan, Panji mengatakan ini menjadi sebuah momentum gimmick untuk proses pemasaran atau branding.

“Pemasaran melalui Metaverse akan membuat pemasaran menjadi lebih efisien dan efektif,” tambah Panji.

Sejalan dengan Panji, Wakil Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Made Marlowe Makaradhwaja Bandem yang juga selaku Koordinator Proyek Bali 1928, memaparkan perkembangan Proyek Bali 1928 yang sudah dimulai sejak 2013.

Perlu diketahui, Proyek Bali 1928 merupakan proyek inisiatif ITB STIKOM Bali bersama Dr. Edward Herst dan berbagai pusat arsip di seluruh dunia untuk mengarsipkan kembali warisan pusaka seni dan budaya, hingga memulangkan kembali arsip tentang Pulau Bali.

Proyek Bali 1928, kata Marlow sudah berhasil memulangan puluhan jam film tahun 1930-an, 111 rekaman tabuh dan gending Bali 1928-1929, dan puluhan foto terkait masa kesejahteraan masyarakat Bali pada tahun 1930-an.

“Kami menjadi aksi pertama yang mendapatkan lisensi untuk menyebarkan seluruh dokumen bersejarah tersebut melalui internet,” jelas Marlowe.

Baca Juga :  Guru SMAN 1 Blahbatuh Dapat Platform Media Pembelajaran Gratis dari Dosen ITB STIKOM Bali

Marlowe mengatakan, sejak diluncurkan pertama kali di internet, Bali 1928 langsung mendapatkan respon bergitu baik dan banyak dari kalangan masyrakat.

Bali 1928
Sumber Foto : https://bali1928.net/

“Dari hal tersebut, kami menciptakan sebuah prototype Bali 1928 dalam bentuk Metaverse pertama di Indonesia,” ungkap Malowe.

Ia mengatakan, melalui Metaverse ini akan bisa melakukan banyak hal tanpa batas.

“Tidak hanya melihat foto dan video tentang Bali 1928, tetapi kita bisa berinteraksi dengan sesama pengunjung dari negara berbeda secara virtual menggunakan avatar diri sendiri,” tambah Marlowe.

Marlowe berharap, dengan hadirnya Metaverse Bali 1928 dapat mengumpulkan orang-orang yang tertarik dengan arsip Bali 1928.

“Dalam wadah virtual ini, akan tercipta komunikasi dan kolaborasi antar orang-orang tersebut,” kata Marlowe.

Sebagai penutup, Marlowe mengatakan prototype Metaverse Bali 1928 sendiri baru berjalan selama sebulan, dan akan terus mengalami perbaikan-perbaikan.

“Proyek Metaverse Bali 1928 ini akan banyak melibatkan dari kalangan budayawan, sejarawan, dosen, mahasiswa,” tutup Marlowe.(tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini