CEO Twitter
Parag Agrawal, CEO Baru Twitter. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Parag Agrawal telah ditunjuk sebagai Chief Executive Officer Twitter yang baru, dimana hal ini menambah jumlah orang India yang memimpin perusahaan teknologi global terkemuka, selain Sunder Pichai dari Google, Satya Nadela dari Microsoft, Aravind Krishna dari IBM, Shantanu Narayen dari Adobe dan Nikesh Arora dari Palo Alto Network.

Agrawal telah bekerja di Twitter selama lebih dari satu dekade, dimulai dari seorang insinyur hingga kini menjadi salah satu top eksekutif di twitter. Agrawal pertama kali memulai di Twitter pada Oktober 2011 dengan fokus pada produk iklan, dan ia menjadi penerima pertama gelar ‘Insinyur Terhormat’ perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Deklarasi Kebangkitan IKM di Badung

Dia kemudian diangkat sebagai chief technology officer pada Oktober 2017, selama tersebut dia terjun untuk mengatasi beberapa masalah tingkat tinggi yang terjadi di Twitter, seperti masalah keamanan kata sandi skala besar dan mengambil beberapa inisiatif perusahaan.

Namun terlepas dari lamanya telah bekerja di Twitter itu, Agrawal, yang berusia 37 tahun, tidak begitu banyak muncul di mata publik, dimana hal tersebut akan segera berubah dengan peran barunya.

Agrawal adalah orang keempat yang memegang kendali di Twitter, setelah Dorsey (yang memimpin perusahaan dari 2006 hingga 2008, dan lagi dari 2015 hingga sekarang), Evan Williams (yang ikut mendirikan Twitter bersama Dorsey dan menjabat sebagai CEO dari 2008 hingga 2010 ), dan Dick Costolo (mantan COO Twitter, yang menjabat sebagai CEO dari 2010 hingga 2015).

Pada jabatannya yang sebelumnya sebagai Chief Technology Officer (CTO), salah satu proyek terbesar Agrawal adalah pengawasannya terhadap platform perusahaan Bluesky terdesentralisasi, yang pertama kali diumumkan pada Desember 2019. Ditujukan sebagai ‘standar terbuka dan terdesentralisasi untuk media sosial’ yang pada akhirnya dapat ditransisikan oleh Twitter sendiri. Bluesky telah menjadi salah satu ide yang lebih dramatis untuk masa depan Twitter dan proyek kesayangan Dorsey. Dimana hal ini bisa menjadi petunjuk kemana arah Twitter saat dipimpin oleh Agrawal. (kmg/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini