Mahasiswa UB
Wujud Kepedulian Mahasiswa UB Terhadap Literasi Agraris Masyarakat Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COMLiterasi agraris menjadi upaya untuk mendapatkan informasi dibidang pertanian. Namun, berdasarkan hasil penelitian UNESCO, masyarakat Indonesia memiliki minat literasi agraris yang rendah, sekitar 0,001% yang artinya hanya 1 orang yang gemar membaca dari 1.000 orang.

Padahal pertanian memiliki peranan penting dan perlu adanya peningkatan literasi agraris, salah satunya pada petani Bali.

Tri Hita Karana menjadi konsep dasar yang diyakini masyarakat Hindu di Bali dalam implementasi sistem subak. Namun, nilai ini mulai terkikis pada bagian Palemahan dimana petani lebih mengutamakan profit. Dimensi pola pikir ini menyebabkan konsep Tri Hita Karana masuk dalam kategori “Cukup Berkelanjutan” (Wijayanti, 2021).

Baca Juga :  Ikuti Rakorda di Jembrana, Staf Ahli Pemkot Denpasar Bahas Sinergitas Petani Tanaman Obat, Pengusaha Obat dan Pengusada

Sehingga pencitraan nilai Tri Hita Karana dalam wacana pertanian sebagai penunjang kemandirian petani Bali penting untuk dikaji kembali.

Untuk itu kami Edwin Setawan, Zulfikar Dabby, Ni Wayan Atik Sarmila, Mohamad Maulidan, Nala Okatvia di bawah bimbingan Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd., akan berjuang di PKIM Sosial Humaniora yang diadakan oleh Tanoto Foundation dan membahas mengenai nilai Tri Hita Karana pada Wacana Pertanian Masyarakat Bali.

Oleh : Ni Wayan Atik Sarmila Dewi, Mahasiswa UB

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here