Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka penanganan pasien Covid-19 di Bali, Kodam IX/Udayana bekerjasama dengan PMI Provinsi Bali dan pihak rumah sakit menggelar kegiatan Donor Plasma Konvalesen bertempat di aula Korem 163/Wira Satya, Denpasar, Selasa (11/8/2020). Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, SH, beberapa pejabat jajaran Kodam dan Korem, Ketua PMI Provinsi Bali IGB Alit Putra serta perwakilan rumah sakit.

Pangdam Mayjen TNI Kurnia Dewantara menyampaikan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia ini belum bisa dipastikan kapan akan selesai dan sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya. Kepala Staf TNI AD (Kasad) pun sangat konsen terhadap upaya penanggulangan Covid-19, bahkan hampir setiap hari mengadakan Vicon dengan Karumkit (Kepala Rumah Sakit) di seluruh Indonesia. Saat ini yang digalakkan adalah transfusi plasma Konvalesen kepada pasien yang positif Covid-19.

Baca Juga :  British Council agendakan Konferensi Internasional di Universitas Udayana

“Contoh siswa Secapa AD tercatat sekitar 2.400 orang terpapar Covid-19 dan telah dicoba tranfusi plasma Konvalesen. Bersyukur perkembangannya cukup pesat sehingga tersisa 17 persen yang masih dirawat. Anggota Kodam IX/Udayana ada satu orang yang terpapar dan dirawat di RS Sanglah, lalu mencoba tranfusi plasma ini dengan mendatangkan donor plasma dari RSPAD Jakarta, saat ini kondisinya sudah membaik, sudah bisa duduk,” ujar Pangdam.

Dikatakan, di jajaran Kodam IX/Udayana tercatat 51 orang terpapar Covid-19 dan 46 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Kegiatan donor plasma Konvalesen kali ini diikuti oleh 28 orang dari yang telah sembuh tersebut.

Baca Juga :  Atasi Kendala Pemasaran, Gubernur Bali Luncurkan Program Pasar Gotong Royong Krama Bali

“Saya rasa ini hal yang positif, dan nanti ini bisa kita kembangkan dengan pihak rumah sakit. Saya yakin darah prajurit relatif lebih sehat. Saya juga imbau masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 dan telah sembuh agar tidak segan untuk mendonorkan darahnya,” imbuh Pangdam.

Pangdam juga menyinggung soal kondisi perekonomian Bali, dimana Bali sangat bergantung pada pariwisata. Dikatakan, Presiden Joko Widodo telah menegaskan agar ekonomi meningkat dan kasus Covid-19 menurun. Untuk itu Kodam dan Polri berupaya melakukan pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat. “Upaya ini sebagai pertahanan akhir untuk berperang melawan Covid-19. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang bersedia melakukan donor plasma. Ke depan Bali benar-benar bisa bangkit dan bebas Covid-19,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pin Emas dari Kapolri untuk Danrem 163/Wira Satya

Ketua PMI Provinsi Bali IGB Alit Putra mengatakan kebutuhan darah di Bali setiap hari sebanyak 120 kantong yang sudah steril dan disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan. Selama pandemi pihaknya merasa kesulitan mendapatkan donor sehingga stok darah menurun.

“Dengan dibukanya tatanan kehidupan baru, partisipasi pendonor mulai meningkat walau belum mencapai 120 kantong perhari. Kami sangat berterima kasih kepada Kodam dan Korem, semoga ikatan kerjasama ini terus berlangsung untuk ikut menjaga kesehatan masyarakat,” ungkapnya. (dar/bpn)