BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tiga seniwati, Sani, Armini Wardani tampil dalam satu pameran yang berlangsung di Griya Santrian, Sanur, Denpasar sejak Minggu (8/3/2020) kemarin.

Pameran lukisan ini diberi tema “Pertiwi” ini berlangsung hingga 30 April 2020. Dalam pameran ini, masing-masing memiliki cara yang unik menafsirkan tema melalui eksplorasi visual, sesuai karakteristik dan cara ungkap yang berbeda. Seperti diungkapkan Sani, atau Ni Nyoman Sani, melalui mimik tubuh manusia dan komposisi warna.

“Saya menampilkan energi feminim, baik dari unsur unsur medium maupun eknik. Warna-warna lebih cerah dan lembut, namun ada juga terkesan keras (hitam). Seperti Ibu yang melahirkan anaknya,” ujar Sani.

Sani secara cermat juga memilih tumbuhan Lotus sebagai metafor untuk mengungkapkan terhadap sikap hidup seorang perempuan.

“Hendaklah kita berkaca pada Lotus yang daunnya tidak pernah basah,” ujar alumni pendidikan Seni Lukis S1 di STSI/ISI Denpasar ini.

Armini, atau Gusti Ketut Oka Armini, memilih luapan kesyukuran dalam karyanya. Kata dia, tema pameran terekam dalam guratan garis-garis yang ditorehkan dalam media lino dengan teknik cetak cukil habis, yang menggambarkan komposisi tumbuhan liar yang puitik.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Harap Pelaku Usaha di Obyek Wisata Kembali Menggeliat

“Dalam mengekspresikan ide-ide kreatif saya saat berkarya grafis, ada hal-hal menarik yang bisa saya nikmati, yaitu saat proses mencukil dan memberi pewarnaan,” terang alumni Seni Grafis di FSRD ISI Yogyakarta ini.

Berbeda, Wardani atau Ni Ketut Ayu Sri Wardani, Pertiwi dimaknai dalam ekspresi goresan brush stroke  cat minyak, menggambarkan gejolak batin seorang Ibu yang menghayati dinamika laku kehidupan. Kata dia, Pertiwi adalah bumi tempat kita berpijak ibaratkan ibu yang memberikan kehidupan, alam yang sudah ada dari sejak kita lahir pemberian ilahi yang digambarkan melalui Toba di Sumatra Utara.

“Toba menjadi inspirasi karya ku dalam pameran ini,” pungkasnya. (r/bpn)