Dr. Ketut Mardjana (kiri) dilantik menjadi Ketua BPPD Bangli, Selasa(11/2/2020) kemarin.

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Bupati bangli, I Made Gianyar melantik sekaligus mengukuhkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bangli bertempat di Wantilan Pura Linggar Desa Bunutin Bangli, Selasa (11/2/2020) kemarin.

Ketua BPPD Kabupaten Bangli periode 2020-2024 yang baru dilantik I Ketut Mardjana mengatakan, titik-titik destinasi wisata Bangli telah terbangun dan mempunyai daya tarik wisata yang impresif bagi para wisatawan dimana tersebar ke dalam 24 daya tarik wisata alam, 17 daya tarik wisata budaya dan 2 daya tarik wisata buatan.

“Ke 43 daya tarik wisata tersebut selayaknya dikelola secara baik dan tepat agar mampu menarik banyak wisatawan baik mancanegara maupun domestik,” ujar I Ketut Mardjana.

Lebih lanjut, Ketut Mardjana mengatakan, peran promosi dan pemasaran yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk mempernalkan destinasi wisata yang dimiliki Bangli. Dalam konteks ini dan dalam era industri 4.0, digital marketing sudah menjadi keharusan.

Sekiranya BPPD yang baru dilantik ini mempunyai cukup dana maka program digital marketing akan menjadi program pertama dan utama dalam mempromosikan Bangli.

Baca Juga :  Baliportalnews.com Raih Penghargaan dari Kanwil DJP Bali

Melalui BPPD ini lah, seluruh daya tarik yang dimiliki Kabupaten Bangli akan lebih gencar diperkenalkan dan dipromosikan kepada dunia.

“Peran promosi dan pemasaran yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan destinasi wisata di Bangli,” terangnya.

Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, dengan adanya BPPD yang baru dilantik ini pariwisata di Bangli semakin menggeliat, apalagi mereka ini adalah praktisi di dunia pariwisata, sehingga citra pariwisata di Bangli yang terkenal dengan pariwisata alam semakin menarik minat wisatawan lebih banyak datang ke bangli.

I Made Gianyar melantik 9 orang Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bangli yakni Ketua I Ketut Mardjana dari Asosiasi Kepariwisataan Perhimpunan Hotel Dan Restauran Indonesia, Putu Antara dari Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, I Gusti Ayu Kade Purnawati dari Asita Bali, Made Hery Etika Sedana dari Sipco. I Putu Puspayana dari Indonesia Housekeeper, I Gede Novara Krishna dari Jurnalis Tourism, Tesar Wijaya dari Asosiasi Penerbang, I Made Sarjana dari Akademisi UNUD, dan Nyoman Muliawan dari SMK Pariwisata/Fasilitator Lokal.(tis/bpn)