BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tokoh muda dari Puri Anom Tabanan, AA Ngurah Panji Astika, S.T., berkunjung ke rumah penyandang disabilitas Putu Anjasmara (23), di Banjar Bakisan, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Selasa (11/2/2020). Dia datang bersama Pengurus Yayasan Rumah Cahaya Yadnya (YRCY), dan disambut hangat kedua orangtua Anjasmara.

Pria yang akrab disapa Turah Panji itu pun tak canggung lagi mendekat dan duduk di samping Anjasmara. Mereka tampak begitu akrab, bergurau dan bercanda tawa. Bahkan, ketua umum Forum Pelestari Budaya Tabanan (FPBT) tersebut sesekali menyelipkan pesan dan inspirasi kehidupan kepada Anjasmara, yang antusias menyimak.

“Kehidupan kita di dunia ini sedang menjalankan samsara (sengsara). Namun, hal itu adalah ujian dari Hyang Widhi Wasa, agar umat manusia tetap semangat, berdoa, berkarya, dan berjuang agar dapat menjalankan karma baik. Semoga Anjasmara dan kedua orangtuanya tabah menghadapi cobaan hidup ini, dan selalu berdoa agar kita senantiasa sehat dan rahayu,” ujar Turah Panji.

Anjasmara pun mengaku senang dan terhibur, setelah berbincang-bincang dengan tokoh budaya dari Puri Anom tersebut. Dia mengucapkan terima kasih atas kepedulian Turah Panji yang juga selaku pembina YRCY.

“Tityang sangat bahagia. Matur suksma, Turah Panji, sudah sudi mampir ke sini. Tyang kini merasa lebih kuat menghadapi hidup, walaupun kondisi tyang dengan kekurangan seperti ini,” ungkap Anjasmara.

Sementara orangtua Anjasmara, I Made Semaradana (49) dan Ni Kadek Pariati (47), menceritakan kondisi anaknya itu, yang sejak lahir dengan kaki kecil, lemas, dan susah untuk berdiri.

“Sering step (kejang-kejang) dan kulitnya membiru,” ujar Semaradana.

Dia mengatakan sudah sempat mengajak anaknya berobat ke pengobatan tradisional maupun terapi medis. Namun, sampai dewasa kaki, tangan, jantung, dan sarafnya bermasalah.

“Kami pernah mendapatkan bantuan dari dinas sosial pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2018, sedagkan pada tahun 2019 sampai sekarang sama sekali belum ada bantuan,” ujarnya.

Mendengar penuturan dari keluarga tersebut, Turah Panji Astika kemudian menyerahkan bantuan berupa sembako dan sedikit dana tali kasih. Bantuan tersebut, katanya, sebagai wujud kepedulian dengan sesama, dan sekadar untuk meringankan beban mereka. (ita/bpn)