BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR –  Seniman Agus Kama Loedin memamerkan karya seni dengan tajuk Jaga Raga, Bara Jiwa di Santrian Art Gallery, Griya Santrian Resort & Spa, Jl. Danau Tamblingan 47, Sanur.

Karya-karya terbaru Agus Kama Loedin ini berupa potongan-potongan yang subtil, tidak lagi nakal. Bukan lagi unjuk kemampuan membuat bentuk yang memamerkan skill, tapi lebih pada usaha menyampaikan pesan.

Ngobrol langsung atau melalui gawai juga menunjukkan bahwa Agus sudah ngunduri sepuh dan mulai berpikir ke dalam – menyiratkan banyak pesan pada lisan dan hasil kerja tangannya. Karya-karya ini diperuntukkan keluarga, kawan, kerabat yang sudah berpulang. Doa dalam bentuk lipatan, lengkungan dan liukan kawat.

Tajuk pameran ini adalah saripati olah pikirnya, yang dirumuskan sebagai mantera: JAGA RAGA BARA JIWA. Agus meyakini mantera lebih mendasar dan membumi. Sebelum ayat dan doa, mantera adalah bahasa antara bumi dan langit. Bagian dari kepercayaan orang-orang lama yang dengan besar hati menerima paham baru yang masuk, menandakan paham mereka lebih adiluhung, karena memberi ruang buat yang baru buat berkembang. Mantera ini mengiringi Agus menekuk kawat sementara didaraskan untuk menjaga bara jiwanya untuk tetap hidup.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, TMMD ke-109 Kodim Badung "Pengabdian Untuk Negeri"

Kehilangan akan membawa perubahan. Manusia meninggal pada akhirnya, jaman berubah pada waktunya, keriaan akan pudar seiring masa, kekuatan akan susut juga. Perubahan, perpindahan, perkembangan akan selalu makan waktu, tempat dan energi, jadi lah JAGA RAGA BARA JIWA untuk bertahan dan tidak larut lalu hilang. Bicara soal kehilangan harusnya tidak tabu, karena akan membuat waspada dan bersyukur akan apa yang ada. Mantera juga punya dampak penguatan, daraskanlah maka akan jadi nyata.(r/bpn)