BALIPORTALNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, Rabu (20/2/2019) memantau pelaksanaan ujian pemantapan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang SD. Saat itu, Kadisdikpora Wayan Gunawan didampingi Kabid Pembinaan SD, Drs. I Made Merta, M.Si., dan Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SD, Drs. I Made Suena, M.Pd., melakukan pemantauan ujian pemantapan USBN di sejumlah sekolah di Denpasar.

Pemantauan pertama dilaksanakan di SDN 6 Sumerta, lanjut ke Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS) dan SD Saraswati 5 Denpasar. Pelaksanaan ujian pemantapan tampak berjalan lancar. Kendati baru tahap ujian pemantapan, namun pelaksanaannya dikondisikan sama seperti USBN sesungguhnya. Pengawasannya sangat ketat dimana masing-masing ruang ujian diawasi dua guru yang berasal dari sekolah lain.

Di SDN 6 Sumerta, misalnya, ujian pemantapan diawasi oleh guru-guru dari SDN 1 dan SDN 5 Sumerta. Kepala SDN 6 Sumerta, Drs. I Made Nuriana, mengatakan, ujian pemantapan diikuti 40 siswa terbagi dalam dua ruang ujian. ‘’Astungkara, hari pertama pelaksanaan ujian pemantapan berjalan dengan tertib dan lancar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Guna Mendukung Pemulihan Sektor Pariwisata, Sandiaga Uno Sampaikan Keinginan untuk Berkantor di Bali

Sementara di Gandhi Memorial Intercontinental School, menurut Ketua SPK GMIS, Ni Wayan Sucitrawati, ujian pemantapan USBN diikuti 21 siswa. Pengawas ujian pemantapan juga berasal dari sekolah lain yakni dari SD Regents School. Di SD Saraswati 5 Denpasar, menurut Kasek Dra. Desak Made Asri, M.Psi., ujian pemantapan diikuti 172 siswa terbagi dalam sembilan ruang ujian. Pengawas ujian berasal dari SDN 3, 5, 10, 16 dan 17 Kesiman.

Setelah melakukan pemantauan, Gunawan mengaku puas pelaksanaan ujian pemantapan USBN SD berjalan berintegeritas. Menurut Gunawan, apa yang dilakukan di SDN 6 Sumerta, GMIS dan SD Saraswati 5 Denpasar, sudah sangat baik. Tidak ada pengawas yang ngobrol, baca koran dan memainkan HP. Sementara siswa mengerjakan soal ujian pemantapan dengan tertib dan bekerja mandiri.

Baca Juga :  Pasca Malam Pergantian Tahun, Volume Sampah di Denpasar Tidak Terjadi Lonjakan

Ia mengungkapkan, ujian pemantapan ini penting bagi peserta didik dalam rangka menghadapi USBN. Di samping bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa, secara psikologis ujian pemantapan ini sangat strategis untuk melatih mental anak menghadapi USBN. ‘’Dengan mengikuti ujian pemantapan seperti ini anak-anak semakin terlatih, sehingga betul-betul siap menghadapi USBN nantinya,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Gunawan, jika dari pelaksanaan ujian pemantapan ini ternyata ada nilai anak-anak kurang bagus, sekolah masih memiliki waktu untuk melakukan pengayaan. Dengan demikian pada saatnya berhadapan dengan USBN, anak-anak tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Yang menarik, Gunawan tak hanya memantau pelaksanaan ujian pemantapan USBN, juga langsung menanyakan soal kebersihan dan penanganan sampah. Di sekolah yang dikunjungi  para kaseknya ditanyakan soal pengelolaan sampah termasuk penerapan Peraturan Walikota (Perwali) No. 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik guna  menjadikan Denpasar bebas sampah plastik.

Baca Juga :  Penerapan Hari Pertama PPKM di Bali, Pangdam IX/Udayana Bagikan 1.500 Masker ke Masyarakat  

Ia mengapresiasi sekolah yang sudah mengarahkan siswanya untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri seperti botol atau gelas. Ini demi mengurangi sampah plastik. Penerapan pengurangan sampah plastik ini juga diimbaukan kepada kantin sekolah agar tidak menyedikan kantongan plastik.

Sementara, Kabid Pembinaan SD, I Made Merta, menyebutkan, ujian pemantapan USBN SD diikuti 15.048 siswa kelas VI dari 239 SD/MI se-Kota Denpasar. Ujian pemantapan mengujikan tiga mata pelajaran yang di-USBN-kan meliputi, mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, dan IPA. Selain itu juga diujikan mata pelajaran agama, bahasa Bali, seni budaya dan prakarya, IPS, bahasa Inggris, PKn, dan PJOK.(tis/bpn)