BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Jelang tutup tahun 2018, Denpasar Festival (Denfest) kembali digelar. Perayaan Denpasar Festival (Denfest)  2018,  dimulai dari tanggal 28 sampai dengan 31 Desember 2018. Denfest merupakan Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar setiap tahunnya sekaligus dalam menyambut pergantian tahun. Denfest dipusatkan di Patung Catur Muka,-Jalan Gajah Mada-Jalan Veteran hingga Kawasan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan).

Denfes bahkan sudah menjadi Event Kalender Nasional yang wajib dikunjungi masyarakat. Tidak hanya masyarakat di Kota Denpasar namun pengunjung Denfest datang dari berbagai wilayah di Bali bahkan luar Bali. Setiap tahunnya Denfest mengusung tema khusus yang dipilih sebagai wujud nyata implementasi Sewaka Dharma. Pada tahun ini, kampanye positif dalam mengurangi kantong plastik menjadi fokus utama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubang Pengumpulan Informasi dan Publikasi Pemerintah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana saat ditemui di Kantor Walikota Denpasar, Minggu (23/12/2018).  Menurutnya, ini adalah bentuk ajakan positif untuk bersama-sama diet kantong plastik sebagai wujud kepedulian kita terhadap kelestarian alam. “Diet kantong plastik ini saya rasa akan menjadi kebiasaan yang positif jika dibiasakan, sering kita dengar pepatah alam bisa karena biasa, jadi kalau sudah biasa bawa kantong belanja sendiri kan bagus,” terangnya.

Berbagai stand memenuhi sudut-sudut area Denpasar Festival Tahun 2018. Stand-Stand Kuliner membanjiri seputaran Gajah Mada hingga Jalan Veteran. Kuliner yang disajikan di areal Denpasar Festival rata-rata merupakan kuliner tradisional khas Bali dan tentunya meminimalisasi penggunaan plastik. Selain itu terdapat stand fashion/UMKM, panggung-panggung hiburan yang memberikan kesempatan masyarakat untuk menunjukan kreatifitasnya. Secara khusus juga dipesankan bahwa, Denfest 2018, meminimalisasi penggunaan kantong plastik ataupun kemasan makanan yang berupa plastik. “Tentu ini mendukung kebijakan Walikota Denpasar dalam mengurangi penggunaan kantong plastik, sebagai wujud kepeduliaan terhadap lingkungan,” tambah Hendar.

Terkait transaksi non tunai, Pemkot Denpasar bekerjasama dengan Bank BPD Bali menerapkan mekanisme pembayaran non tunai melalui aplikasi diantaranya OVO, GO-PAY, dan T-Money.

Masyarakat yang sudah menggunakan salah satu aplikasi tersebut, bisa top up di petugas-petugas yang sudah menyebar. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Dana dan Jasa Bank BPD Bali Kantor Cabang Denpasar, Ida Ayu Made Denia Sari.  “Terdapat stand khusus juga di depan Bank BPD Bali untuk yang akan top up ataupun masyarakat yang belum memiliki aplikasinya juga akan dibantu petugas,” ungkapnya. (dev/humas-dps/bpn)

loading...