Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Ketua DPW PKPI Provinsi Lampung DR. Ery Setyanegara, SE,.SH,MH., menyambut positif terobosan yang dilakukan mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono terkait pemahaman arti Pancasila untuk keutuhan NKRI.

“Saya menyambut dengan baik gagasan yang dilakukan mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono terkait pemahaman arti Pancasila untuk keutuhan NKRI. Sebab keutuhan NKRI harga mati,” tegas Ery panggilan akrab Ery Setyanegara, saat menghadiri acara dialog kader kebangsaan HSC, di Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan.

Ery mengatakan bahwa dirinya akan berjuang keras untuk mensosialisasikan dan menangkal paham radikalisme dan anti Pancasila, karena ini akan memecah belah persatuan Indonesia serta membuat rakyat sengsara.

“Dimana saat Pemerintahan Jokowi sedang pesat-pesatnya membangun infrastruktur. Ini juga menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah ke depan, juga harus memperhatikan pembagunan karakter dan idiologis, sehingga peran generasi muda untuk dapat menangkal segala bentuk Radikalisme dan terorisme di bumi pertiwi,” tegas Ery.

Baca Juga :  Badung Gelar Promo Tani, Tingkatkan Penggunaan Produk Lokal dan Promosikan Hasil Pertanian

Ery mengungkapkan, ilmu yang didapat dalam dialog kader kebangsaan HSC tersebut akan disosialisasikan serta diterapkan di daerah masing-masing, khusunya Provinsi Lampung.

Ditempat yang sama menurut, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono sengaja dirinya menggelar acara temu kangen kader Kebangsaan dan mengundang sejumlah tokoh tersebut dalam acara yang digelar Hendro selaku pendiri Hendropriyono Strategic Consulting itu agar menumbuhkan saling menjaga keutuhan NKRI.

Hendropriyono juga mengatakan bahwa salah satu tujuan acara ini digelar adalah untuk menyikapi munculnya ide negara khilafah yang dianggap akan menganggu ideologi Pancasila.

“Tujuan kita sama-sama di sini untuk menyusun rancangan aksi di lapangan terhadap hal-hal yang menyangkut pokoknya mengapa pancasila sebagai dasar filosofi bangsa dan negara. Apa yang kita hadapi sekarang adalah bentuk gangguan dan hambatan, dalam waktu singkat bisa berubah menjadi suatu ancaman, adalah ide tentang kekhalifahan,”ungkap Hendro.

Menurut Hendro ada perbedaan mendasar antara NKRI dengan khilafah.”Ini yang kami bahas detail dan dalam. Dengan demikian ada 3 hal pokok bahwa, pemikiran khilafah berbicara tentang umat, sementara NKRI berbicara warganegara untuk eklusif. kalau umat itu harus patuh pada khalifah sedangkan warga negara boleh berbeda pendapat dengan pemerintah negara,” kata Hendro.

Baca Juga :  Denpasar Masuk 10 Besar Booming City Versi Lokadata

Dalam kesemptan tersebut nampak hadir pula, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai dan mantan Kepala Detasemen Antiteror Mabes Polri yang kini menjadi salah satu staf khusus Presiden, Gorries Mere. (znd/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :