BALIPORTALNEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar terus membangun pegiat antinarkoba secara konsisten  di berbagai lapisan masyarakat. Tujuannya, memperluas jejaring dan perpanjangan tangan BNN untuk mencegah pemakaian narkoba.

Kali ini, BNNK Denpasar mengundang para Bhabinkamtibmas Polresta Denpasar untuk mengikuti kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Acara diikuti 43 personil Bhabinkamtibmas dari perwakilan Polsek di jajaran Polresta Denpasar, Selasa (14/3/2017).

Kepala BNNK Denpasar, AKBP Wayan Gede Suwahyu, mengungkapkan, kegiatan pengarahan Bhabinkamtibmas Jajaran Polresta Denpasar sebagai implementasi dari Surat Edaran Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor : SE/20/II/DE/PC.01/2017 tanggal 14 Februari 2017 tentang Pelibatan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam P4GN.

Diharapkan, dengan telah dibekalinya Babinkamtibmas seputar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dapat meneruskan informasi tersebut kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah kerjanya, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus tercipta.

“Setelah mengikuti kegiatan ini para Personil Bhabinkamtibmas dapat berperan aktif di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mereka dapat menjadi pioner-pioner di desa-desa dalam rangka ikut serta menjalankan program pemerintah dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Baca Juga :  Masa Pancaroba, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

Ditambahkan Suwahyu, Bhabinkamtibmas merupakan petugas yang mampu berkomunikasi secara intens, interaktif dan terbuka kepada masyarakat, khususnya para penduduk di Desa. Sehingga informasi yang beredar di tengah masyarakat lebih cepat tertangkap dan terkoordinasikan.

“Maka dari itu, kami menjalin kerjasama dengan Polresta Denpasar dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas, agar para korban penyalahguna narkoba mendapatkan pertolongan dari ketergantungan narkoba dengan rehabilitasi,” terang Suwahyu. (pra/bpn)