BALIPORTALNEWS.COM – Kedatangan Sekjen FPI MUNARMAN,Senin (30/1/2017) di Polda Bali terkait dengan jadwal pemeriksaan oleh tim Penyidik Polda Bali tentang Laporan dari masyarakat terkait diduga adanya pelecehan terhadap Pecalang rupanya membuat para tokoh-tokoh muslim di Kabupaten Badung angkat bicara.

Ketua MUI Kecamatan Mengwi H. Sri Yudanto menyatakan pernyataannya bahwa mendukung sikap pemerintah sesuai dengan konstitusi yang berlaku, menolak keras segala bentuk intoleransi dan radikalisme dengan latar belakang apapun, serta mengajak semua lapisan masyarakat dari berbagai golongan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mempererat jalinan silaturahmi antar komponen masyarakat baik dari agama apapun, suku apapun karena itu kita berkomitmen akan menjaga Keutuhan NKRI.

Mendukung aparatur Kepolisian Daerah Bali khususnya untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku terhadap saudara Munarman atas pernyataanya di youtube terhadap  pecalang  di Bali,   dengan adanya peryataan tersebut  yang akan dapat memecah belah  dan menimbulkan benih-benih yang akan dapat merusak hubungan toleransi antarumat agama di Bali yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

Baca Juga :  Tiga Siswa SMP di Kota Denpasar Jadi Pemenang Ki Hajar STEM 2020

Sri Yudanto sangat menyayangkan ada saudara kita Munarwan, mereka membuat pernyataan yang tidak benar di Bali untuk itu sekali lagi kami menolak segala bentuk kekerasan dan menolak ormas ke Bali yang ingin membuat kekacauan dan perpecahan antar umat beragama di Bali dan menyerahkaan kepada Aparatur Negara kiranya Munarwan diperiksa sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kemudian kepada seluruh Umat yang beragama di Bali mari kita tegakkan dan junjung tinggi persatuan negara ini karena apapun yang dikerjakan dengan kekerasan dan dikerjakan intoleransi tentunya akan merugikan semuanya tanpa pandang agama tentunya merugikan bangsa dan Agama.

Hal senada juga dilayangangkan Tokoh Umat Muslim NU dan Pemuda Ansor NU H. Kusnadi Abdillah ia menyatakan Mendukung Pemerintah Indonesia sesuai dengan konstitusi yang ada serta ikut berpartisipasi menjaga kerukunan antar umat beragama.

Menolak keras paham radikal yang mementingkan ego kelompok sendiri yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI, mari kita pupuk sikap tenggang rasa dan tingkatkan silaturahmi antar umat beragama.

Baca Juga :  Polda Bali dan BBPOM Amankan Ribuan Tablet Obat Ilegal

Mendukung Polda Bali Terkait dengan proses Hukum terhadap sekjen FPI Munarman karena yang bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku, karena pernyataannya merupakan fitnah mengingat yang diketahui selama ini pecalang yang ada di Bali mendukung dan mengamankan kegiatan yang dilakukan umat muslim begitu pula umat muslim juga ikut membantu kegiatan keagamaan / adat warga Bali.

Pernyataan serupa juga diucapkan oleh Tokoh Muslim Muhamadiyah Ustad Samsul Maharif, S.Pdi terkait dengan pencemaran nama baik pecalang. Kasus ini agar ditangani dengan baik oleh pemerintah agar tidak berimbas kepada kerukunan umat beragama di Bali.

Secara pribadi dirinya tetap mendukung kinerja polri dalam menindak tegas sesuai prosedur yang berlaku disegala bentuk tindak pidana yang dapat mengganggu stabilitas keamanan terutama yang dapat mengganggu kerukunan umat beragama khususnya di Bali yang saat ini sudah berjalan dengan harmonis dan humanis.

Terkait dengan adanya ormas keagamaan maupun ormas kemasyarakatan yang bertindak anarkis maupun bertentangan dengan norma keagamaan dan kesusilaan dirinya sangat menolak keras apalagi ormas yang ingin membuat kekacauan dan perpecahan antar umat beragama di Bali untuk kepentingan pribadi maupun golongan sehingga dapat memecah belah kerukunan yang sudah terjalin dengan baik.

Baca Juga :  Satpol PP Buleleng Kembali Tutup Paksa Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh

Dirinya tidak akan terpengaruh tentang adanya isu yang berbau sara mengingat kerukunan umat beragama di Bali terutama di Kabupaten Badung masih harmonis serta dirinya akan siap untuk menghimbau kepada umatnya agar tidak mudah terpropokasi dengan adanya isu isu sara yg dapat mengakibatkan perpecahan terhadap kerukunan umat beragama yg ada di Bali pada Umumnya dan Badung pada khususnya. (guz/humaspolbdg/bpn)