BALIPORTALNEWS.COM – Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., saat membuka workshop review Kurikulum 2013, Selasa (18/10/2016) menegaskan, di sekolah dengan budaya literasi yang tinggi, peserta didik akan cenderung lebih berhasil dan guru lebih bersemangat mengajar. Karena itu, pihaknya mendorong guru menumbuhkan literasi sekolah.

"Gerakan literasi sekolah sejalan dengan penerapan Kurikulum 2013. Sebab dalam Kurikulum 2013, siswa dituntut memiliki kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik," tegas Supartha dihadapan guru mata pelajaran bahasa asing,  budaya/prakarya, PPKn dan agama jenjang pendidikan SMA se-Kota Denpasar yang mengikuti workshop.

Lebih lanjut kata Supartha, kemampuan literasi yang baik akan membantu peserta didik dalam memahami teks lisan, tulisan, gambar/visual. Oleh karena itu pengembangan literasi peserta didik harus dilakukan secara terpadu antar kegiatan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Guru sebagai pendidik dituntut kreatif dan inovatif menciptakan “sudut baca kelas”, yang ada di tiap kelas. Peserta didik dapat membaca buku dengan lebih mudah, bahkan dalam proses pembelajaran bisa memanfaatkan sudut baca kelas tanpa harus mengunjungi perpustakaan.

Dikatakan, rendahnya minat baca penduduk Indonesia telah mendorong Kemdikbud mengeluarkan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2015, salah satu poinnya tentang kewajiban sekolah menyelenggarakan jam membaca 15 menit sebelum pembelajaran.

‘’Tidak hanya 15 menit itu saja guru harus ikut membaca bersama siswa. Tetapi disela-sela pembelajaran atau saat istirahat, mereka mestinya memperlihatkan pada siswa bahwa mereka rajin membaca, sehingga siswa terpengaruh mencontoh,’’ tambah.

Tingginya minat siswa terhadap budaya baca,kata Supartha, akan dapat menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem Llterasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah agar mereka (siswa) menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Kasi Kurikulum Bidang Dikmen, Ni Kadek Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menambahkan, workshop yang berlangsung selama lima hari hingga Sabtu (22/10/2015) di SMAN 7 denpasar diikuti 100 guru mata pelajaran bahasa asing, seni budaya/prakarya, PPKn dan agama jenjang pendidikan SMA se-Kota Denpasar.

Dikatakan, selain gerakan literasi, dalam workshop review Kurikulum 2013 ini guru-guru juga dimantapkan pada gerakan penumbuhan budi pekerti, dan peranan keluarga dalam pendidikan.

Materi lainnya meliputi dinamika kurikulum, analisis RPP, SKL,KL,KD dan silabus,pembelajaran aktif, model pembelajaran, penilaian, pengolahan nilai dan praktik mengajar yang baik dan benar dengan menerapkan hal yang sudah dipelajari dalam Kurikulum 2013. ”Untuk meningkatkan kompetensi, guru diajari langsung cara mengajar dengan menerapkan Kurikulum 2013 agar sesuai dengan kurikulum yang ada,” tambah Tirta Ariantini.(tis/bpn)

 

Keterangan Foto : BUKA WORKSHOP – Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha saat membuka workshop review Kurikulum 2013 yang diikuti guru mata pelajaran bahasa asing, seni budaya/prakarya PPKn dan agama jenjang pendidikan SMA.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini