27 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Wagub Bali Hadiri HUT Ke-21 Tiens, Ajak Pengusaha  Gelar Acara di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengajak para pengusaha baik nasional maupun internasional untk menggelar acara di Bali. Hal ini sangat beralasan karena Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, memang memiliki magnet tersendiri sebagai destinasi yang berbasis budaya,   selain juga fasilitas yang dimiliki Bali sudah sangat memadai.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat memberikan sambutan dalam acara HUT Tiens ke-21 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Badung, Sabtu (10/9/2016) malam.

“Saya menyambut baik, dipilihnya Bali sebagai lokasi digelarnya puncak perayaan HUT Tiens ke-21 tahun ini. Bali yang terkenal dengan keramah tamahannya, terkenal akan tradisi dan budayanya diharapkan mampu memberikan hal positif bagi para wisatawan yang hadir ke Pulau Dewata. Untuk itu, saya mengajak semua pengusaha baik yang ada di Indonesia maupun seluruh dunia untuk menggelar kegiatan-kegiatannya di Bali. Hal ini akan berdampak positif bagi peningkatan kunjungan wisatawan serta perekonomian di Bali,”ungkap Sudikerta dihadapan hampir 8.000 undangan yang memadati area GWK.

Ditambahkan Sudikerta, keberadaan Tiens yang saat ini telah berusia 21 tahun tersebut menunjukkan usia yang telah matang dan teruji dari berbagai pengalamannya. Untuk itu, pelaksanaan hari jadi yang diselenggarakan di Bali ini diharapkan bukan sekedar seremonial belaka, namun juga perlu direnungkan secara mendalam bahwa perayaan ulang tahun pada hakekatnya adalah utuk introspeksi, mengevaluasi kondisi internal.

“Perayaan hari jadi ini saya harapkan tak hanya sebatas seremonial saja, namun sejauh mana visi, misi, tujuan dan prestasi yang berhasil dicapai dan menyempurnakan program yang belum tercapai, yang perlu dibenahi pada masa yang akan dating. Refleksi itu penting sebagai tolok ukur seberapa besar kontribusi Tiens telah dapat diwujudkan,” pungkas Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ketut Wija.

Lebih lanjut menurut orang nomor dua di Pemprov Bali tersebut mengingatkan konsekuensi sebagai sebuah perusahaan yang multinasional tentu tidak akan luput dari berbagai persoalan baik disebabkan fator internal maupun karena faktor eksternal. Untuk itu hal-hal yang dapat merugikan perusahaan harus diwaspadai dan dicermati dalam melaksanakan prinsip-prinsip internal manajemen perusahaan. (humas pemprov bali/man/bpn)

Cosplay, Bisa Jadi Lahan Bisnis

BALIPORTALNEWS.COM – ADA yang pernah mendengar istilah cosplay? Indonesia adalah satu satu konsumen manga terbesar jadi seperti istilah sudah cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Cosplay adalah gaya berbusana yang sangat populer di Jepang. Kata Cosplay merupakan singkatan dari “Costume and Play”, jadi kostum khusus yang dibuat menyerupai karakter kartun, komik, manga, dsb. Jika anda pernah melihat seseorang yang memakai pakaian gundam, spiderman, atau power ranger, nah itulah yang disebut dengan cosplay.

Momen lain yang juga kerap memakai cosplay adalah Halloween, dimana banyak orang yang memakai make up dan busana dari karakter tertentu. Banyak orang yang mengenal istilah cosplay dari Jepang. Hal ini sangat wajar karena style fashion cosplaysangat populer disana. Bahkan banyak masyarakat kita yang tergila-gila dengan gaya berbusana seperti ini.

Tidak seperti tren fashion pada umumnya, gaya cosplay lebih kepada penyaluran hobi saja. Ada momen-momen tertentu seseorang memakai busana cosplay, misalnya pada festival cosplay atau perkumpulan orang-orang pecinta cosplay.

Bisa dibilang cosplay adalah hobi. Seseorang jika sudah mencintai sebuah karakter, maka ia akan berusaha dekat dengan karakter tersebut. Salah satunya adalah dengan berbusana cosplay. Oleh sebab itu jangan heran jika melihat orang yang menghabiskan berjuta-juta rupiah hanya untuk sepasang atau dua pasang busana cosplay. Berkat popularitasnya, cosplay merupakan lahan bisnis yang cukup menguntungkan. (tra/berbagai sumber/bpn)

Rai Mantra Lakukan Panen Perdana dengan Mesin Mini Combine

BALIPORTALNEWS.COM – Pertanian yang ada saat ini merupan akar budaya yang harus dipertahan. Untuk itu pertanian harus mendapatkan perhatian serius selain pariwisata.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra usai melakukan panen perdana dengan mesin Mini Combine di Subak Renon, Senin (5/9/2016).

“Petani saat ini tidak perlu lagi membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan panen setelah adanya mesin mini combine ini,” ujar Rai Mantra.

Mengingat dengan mesin ini hanya membutuhkan dua tenaga manusia dan untuk memanen 1 hektar dibutuhkan enam jam. Dengan bantuan mesin ini jauh lebih efisien dalam melakukan panen. Disamping dengan memadukan teknologi juga diharus diimbangi dengan penerapan varitas unggul sehingga hasil panen terus mengalami peningkatan.

Seperti sekarang ini telah diterapkan varitas baru yaitu varitas Situbagendit. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan varitas itubagendit dapat menghasilkan 10 ton untuk 1 hektar.

Meski varitas baru para petani diharapkan jangan khawatir bila ada yang menyampaikan tidak akan ada yang membeli hasilnya. Mengingat Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan dana talangan untuk membelinya melalui Dinas Pertanian.

Rai Mantra bersyukur mengingat jenis varitas Situbagendit menjadi rebutan hasil panennya di pasaran. Lebih lanjut Rai Mantra berharap untuk pengolah pertanian di Denpasar harus dipadukan dengan teknologi. Disamping mempermudah para petani juga untuk meningkatkan daya saing petani itu sendiri.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra menambahkan untuk panen kali ini merupakan panen perdana jenis varitas baru Situbagendit.

Penanaman jenis varitas baru ini menurut Ambara Putra untuk menghindari terjadi serangan hama termasuk juga produksinya juga bagus setelah dilakukan percobaan.

Di Kota Denpasar sendiri untuk jenis varitas ini telah di tanam seluas 600 hektar sedangkan yang dipanen subak Renon ini baru seluas 50 hektar. Disamping menghindari hama, jenis varitas ini juga tidak membutuhkan banyak air mengingat debit air di Denpasar kecil.

Bahkan semua padi jenis paritas ini yang ada di subak Renon telah laku terjual dengan harga Rp 330 ribu per are. “Harga padi jenis ini terjual cukup mahal dibandingkan jenis paritas lainnya,” ujar Ambara Putra.

Disamping itu untuk mempermudah para petani melakukan panen, Pemerintah Kota Denpasar telah memadukan dengan teknologi dengan menggunakan mesin mini combine. Ia juga mengaku akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar.

Pekaseh Subak Renon Made Bagiarta mengatakan, dengan adanya varitas baru ini hasilnya lebih baik dari varitas terdahulu. Memang awalnya banyak petani takut untuk menanam jenis ini, namun setelah Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian terus memberikan dorongan akhirnya seluruh subak Renon menanam jenis varitas ini.

Bahkan dengan dipadukan dengan teknologi lebih memudahkan para petani melakukan panen dengan tenaga yang sangat sedikit. (gst/humas pemkot dps/bpn)

Tim Yustisi Terus Tekan Menjamurnya Toko Modern Berjaringan

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk tekan menjamurnya toko modern di Kota Denpasar, Tim Yustisi kembali melakukan pengawasan terhadap toko modern berjaringan.

Kali ini Tim Yustisi yang di pimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Wayan Gatra mendatangi  Toko CV Sedana Merta di Jalan Kebo Iwa Selatan dan Toko Sinta Agung di Jalan Gunung Sangiang, Senin (5/9/2016).

Menurut Gatra, pengawasan terhadap dua toko tersebut terindikasi sebagai toko berjaringan dengan Indomaret dan Alfamart. Hal itu bisa diketahui karena sistem dalam komputer kasir masih tertera logo Alfamart dan Indomaret serta lis harga barang juga dikelabui dengan membaliknya.

Tidak hanya itu karyawan Toko CV Sedana Merta tidak bisa menunjukan izin usaha saat disidak. Sedangkan Toko Sinta Agung izin yang dimiliki tidak sesuai dengan yang dijual.

Melihat kondisi ini Gatra langsung mengingatkan dan melayangkan panggilan untuk datang  langsung ke Satpol PP Kota Denpasar.

Lebih lanjut Gatra mengatakan, penertiban itu harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika ada izin yang tidak sesuai dengan operasional di lapangan langkah pertama dilakukan peringatan. Jika peringatan ini tidak ditanggapi maka tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah penyegelan oleh Satpol PP Kota Denpasar.

“Seperti yang kita telah lakukan di beberapa toko modern pada waktu ini,’’ ujarnya.

Maka dari itu Gatra meminta agar masyarakat berjualan sesuai dengan izin yang dimiliki. Selain itu sesuai Peraturan Walikota No 9 tahun 2009  tentang pembinaan pasar modern, toko modern dan toko tradisional, telah ditetapkan kuota sebanyak 295 toko.

Menurut Gatra mengatakan, toko modern khususnya yang berjaringan harus dibatasi kalau tidak dampaknya akan dihadapi oleh toko-toko kecil.

Meskipun  Pemkot telah membatasi jumlah toko modern di Denpasar ternyata di lapangan banyak ditemukan secara terselubung toko berjaringan membuat kerjasama dengan pihak ke III yakni masyarakat yang memiliki izin toko kelontong.

Mengantisipasi berjamurnya toko modern berjaringan dan mengatasi persaingan yang tidak sehat, Gatra meminta masyarakat sendiri yang mengelola tokonya secara modern. Dengan mengelola toko secara modern maka daya saing  akan sama dengan toko modern berjaringan.

Gatra menambahkan untuk pengendalian maraknya kerjasama toko berjaringan, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal juga akan melakukan pemantauan sebelum mengeluarkan ijin ini. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Manajemen Baru Diharapkan Bawa Kawasan Perhotelan Nusa Dua Lebih Baik Lagi

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan kawasan perhotelan Nusa Dua bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi di bawah manajemen yang baru. Terlebih saat ini kawasan ini sudah sangat berpengalaman sebagai tuan rumah event berskala internasional sudah menjadi kebanggaan Bali.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang dipimpin oleh Direktur Operasional AA Ngurah Wirawan di ruang kerja Gubernur, Senin (5/9/2016).

Setelah ITDC naik status menjadi Badan Usaha  Milik Negara (BUMN), kawasan Nusa Dua per 1 Agustus 2016 dikelola oleh Badan Pengelola Nusa Dua secara mandiri.

Untuk itu di bawah pengelola baru, Gubernur Pastika menitipkan Nusa Dua agar semakin bisa berkarya di kancah internasional. “Kawasan Nusa Dua selama ini telah berhasil membangun image yang bagus untuk pariwisata kita, jadi saya titipkan kawasan wisata ini agar mampu lebih bersaing secara global. Apalagi saat ini banyak negara ingin membangun “Nusa Dua” baru, meskipun ibaratnya kita sudah lari tapi jangan sampai terlena hingga disalip oleh mereka,” bebernya, yang dalam kesempatan itu turut serta didampingi oleh Kepala Biro Humas Setda Bali Dewa Gede Mahendra Putra dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Biro Aset Setda Provinsi Bali.

Selain itu, orang nomor satu di Pemprov Bali itu juga menitipkan aset Pemprov yang terdapat di kawasan wisata tersebut. “Di sana terdapat aset Pemprov, saya titip mohon dijaga dan turut dipelihara sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Pastika juga menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan kawasan Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata hijau. Melalui pertemuan itu, Ia mengharapkan pengelola baru bisa memfasilitasi dengan menyediakan sepeda dan bus untuk mobilisasi wisatawan disana.

Selain menciptakan kawasan yang bebas polusi, Pastika berharap kenyamanan para wisatawan bisa lebih ditingkatkan lagi ketika berjalan di areal tersebut. “Jadi green tourism bisa menjadi jualan kita untuk Nusa Dua dengan cara menyediakan sepeda dan shuttle bus gratis. Bahkan kalau memungkinkan, busnya menggunakan bahan bakar listrik agar lebih ramah lingkungan,” tandasnya.

Sebelumnya Direktur Operasional ITDC AA Ngurah Wirawan menjelaskan, saat ini ITDC sudah tidak fokus lagi mengelola kawasan wisata Nusa Dua karena mempunyai tugas baru yaitu mengembangkan potensi wisata baru di Indonesia.

Untuk itu dia memperkenalkan jajaran pengelola baru di bawah kepemimpinan Direktur Operasioal Nusa Dua Wayan Karioka. “Saat ini ITDC tanggung jawabnya lebih luas lagi seluruh Indonesia, jadi jika Bapak ada keperluan dengan manajemen Nusa Dua silahkan langsung dengan Bapak Karioka,” lapornya kepada Gubernur Bali.

Sementara terkait pengembangan wisata hijau di kawasan tersebut, Ia mengakui pihaknya telah mulai dengan beberapa gebrakan. Dimulai dengan kerjasama dengan PT Pertamina dan Gas (Pertagas) untuk penyediaan gas melalui pipanisasi secara langsung dari Benoa ke Nusa Dua.

“Jadi suplai gas untuk keperluan hotel sudah tidak perlu lagi membeli tabung-tabung gas karena pipa sudah terhubung langsung, tinggal pihak pengelola yang mendistribusikan ke hotel-hotel,” kelasnya.

Selain itu demi mengikuti perkembangan zaman, badan pengelola telah menyediakan aplikasi tentang kawasan Nusa Dua yang mencakup peta, keterangan hotel hingga proses penjemputan serta mobile check in yang bisa diunduh di ponsel pintar.

“Jadi ke depan wisatawan menjadi semakin mudah mengakses kawasan kami, dan tidak diperlukan lagi pencetakan peta yang boros dan makan banyak kertas seperti dulu,” imbuhnya.

Mengenai harapan Gubernur agar kendaraan bermotor dikurangi di kawasan itu bahkan diganti dengan mobil listrik, dia berjanji akan mempelajari lebih dulu dan mengkaji lebih lanjut. Pihaknya juga berharap kawasan Nusa Dua bisa sejalan dengan pemerintah dalam menuju Bali menjadi Provinsi Hijau. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Bali : Ajegkan Bali, Jadilah Petani

BALIPORTALNEWS.COM – Menjadi petani tidak akan menjadi miskin, demikian dikatakan Wayan Setiawan asal Bongkasa saat simakrama di Wantilan DPRD Provinsi Bali, (3/9/2016).

Ia tidak bosan bosannya mengajak anak muda untuk mulai menekuni pertanian. Setiawan juga mengajak seorang anak muda, Nyoman Adi Saputra, yang serius menekuni pertanian sejak duduk di bangku sekolah.

“Kita ingin buktikan bahwa pertanian tetap menjanjikan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini Gubernur Bali Made Pastika menyampaikann apresiasinya. “Kalau mau mengajegkan Bali, jadilah petani. Tapi saya ingin petani kita cerdas tahu apa yang diinginkan pasar. Jangan suryak siyu sehingga cendrung pasarnya jenuh karena apa yang ditawarkan sama, pendapatan petani pun jadi menurun. Untuk itu perlu ada survei pasar, dan jangan lupa untuk memperbaiki mutu,” sarannya.

Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Pastika mengajak umat se-dharma  untuk memaknainya sebagai suatu kemenangan atas dharma melawan adharma yang ada pada diri sendiri.

Dalam diri setiap manusia ada sifat buruk yang dinamakan Sad Ripu dan ada pula sifat sifat baik , dan Galungan akan menjadi kemenangan dari diri sendiri dalam melawan sifat buruk tersebut. (r/humas pemprov bali/bpn)

Revitalisasi Pasar Seni Sukawati, Pemkab Gianyar Mohon Dukungan Komisi VI DPR RI

BALIPORTALNEWS.COM – Komisi VI DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Pasar Sukawati, Gianyar, Jumat (2/9/2016).

Kunjungan DPR RI yang dipimpim langsung Ketua Komisi VI Dr. Ir. M. Farid  Al Fausi; Rieke Diah Pitaloka;  Gde Sumarjaya Linggih dan Nyoman Dhamantra, diterima Bupati Gianyar, AA. Gde Agung Bharata, didampingi Wabup Gianyar, Made Mahayastra.

Rombongan DPR RI memantau situasi lapangan, bangunan fisik  serta menampung aspirasi yang berkembang berkaitan dengan program revitalisasi pasar dengan tujuan sebagai bahan masukan bagi pemerintah untuk ditindak-lanjuti.

Sebelum menuju Sukawati, rombongan anggota DPR RI terlebih dahulu berkunjung ke Pasar Badung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar,  I Wayan Suamba, mengatakan, kunjungan  DPR RI ke Pasar Sukawati sebagai bahan rapat kerja dengan Kementerian Perdagangan terkait rencana revitalisasi pasar.

“Pemkab Gianyar mohon dukungan DPR RI untuk merealisasikan pembangunan yang membutuhkan alokasi dana cukup tinggi,” ujar Wayan Suamba.

Untuk itu, pihaknya pada Senin (5/9/2016) akan mengadakan pertemuan dengan pihak Kementerian untuk melaporkan secara tertulis proses perjalanan pasar Sukawati.

Ketua Komisi VI DPR RI,  Dr. Ir. M. Farid  Al Fausi mengatakan,  Komisi VI DPR RI mendukung keberadaan pasar seni dan tradisional di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, perlu diberi perlindungan dan pembinaan yang berkelanjutan sehingga keberadaan pasar tradisional sebagai pusat perputaran perekonomian masyarakat akan tetap eksis dan terjaga  yang saat ini tengah menghadapi persaingan dengan pusat oleh-oleh yang modern.

Pihaknya akan memperjuangkan pengalokasian dana pada tahun anggaran 2017. (agy/bpn)

 

Ket Foto:
Bupati Gianyar, AA. Gde Agung Bharata, bersama sejumlah pejabat Gianyar mendampingi kunjungan  Komisi VI DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Pasar Sukawati, Gianyar, Jumat (2/9/2016). (agy/bpn)

Jelang Galungan, Disperindag Denpasar Sidak Toko Parcel

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko yang menjual parcel. Sedikitnya, empat toko disidak, Kamis (1/9/2016).

Keempat toko itu yakni Toko Karya Sari Jalan Patimura, Toko Eka Baru di Jalan Patimura, Dunia Buah di Pertokoan Udayana dan Hardys Panjar. Hasilnya, tidak ditemui parcel yang tidak layak dikonsumsi.

‘’Sidak yang kita laksanakan secara rutin ini untuk mengantisipasi adanya barang kadaluarsa atau tidak layak  konsumsi yang dikemas dalam bentuk parcel dan dijual ke konsumen,’’ ujar Kepala Dinas Disperindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra, disela-sela sidak.

Gatra menambahkan, sebelum sidak pihaknya himbauan kepada pedagang parcel agar memperhatikan barang yang dijual. Menjual  barang yang tidak layak di konsumsi, disamping merugikan juga membahayakan konsumen.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada para pedagang untuk mengisi kartu garansi setiap parcel yang dijual. Supaya konsumen bisa mengembalikan parcel tersebut kepada pedagang jika ditemukan barang yang tidak layak di konsumsi.

‘’Jika ada yang tidak layak dijual maka Disperindag akan mengekspos ke media massa. Sehingga penjual parcel akan  berpikir dua kali jika menjual parcel yang tidak layak konsumsi,’’ tegas Gatra. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

TP-PKK Kota Denpasar Gelar Pasar Murah Jelang Galungan

BALIPORTALNEWS.COM – TP-PKK Kota Denpasar, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar gencar mengadakan kegiatan Pasar Murah. Pada Kamis (1/9/2016) pasar murah digelar di Kelurahan Dauh Puri, Denpasar.

Kadisperindag Kota Denpasar, Wayan Gatra mengungkapkan, pasar murah bertujuan membantu masyarakat terutama untuk menyiapkan hari raya Galungan dan Kuningan dengan mendapatkan harga murah saat berbelanja barang kebutuhan pokok. “TP- PKK Kota Denpasar, Disperindag Kota Denpasar dan TPID Kota Denpasar menyelengarakan pasar murah ini untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dalam membeli barang kebutuhan pokok dengan harga murah menjelang hari raya,” ujar Wayan Gatra.

Lebih lanjut Wayan Gatra mengatakan jenis barang yang disediakan dalam pasar murah ini di antaranya beras, gula, bawang merah, bawang putih, kopi serta gas LPG. Stok barang di antaranya 2 ton gula, 1 hingga 3 ton beras, gas elpigi sebanyak 500 tabung, selain itu disediakan bermacam jenis buah yang mayoritas merupakan buah – buahan lokal.

“Pembelian gas elpigi kita batasi maksimal dua tabung perorang, kalau untuk gula dibatasi 5 kg per orang. Dalam pelaksanaan pasar murah ini Pemkot dibantu Bulog, PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), PT Halus Ciptanadi serta Hiswana Migas. Kita menambah stok barang lebih dari 100 persen seperti biasanya gula 1 ton menjadi  2 ton, beras biasanya 250 kg menjadi  500 kg, stok kita naikkan karena permintaan barang yang naik, soal harga tentu diturunkan meski tidak  terlalu signifikan, yaitu sampai 5 hingga 10 persen jauh dibawah harga pasar, seperti misalnya gula Rp 16.000 kita tawarkan Rp 14.500,’’ ujar Wayan Gatra.

Nyoman Sudira dari Bulog ditemui disela- sela kegiatan mengatakan pihaknya menyediakan beberapa barang kebutuhan seperti tiga jenis beras yaitu Beras C4 Rp 48.000 per 5 kg, Beras “Kita” Rp 51.000 per 5 kg serta Beras Penebel Rp 50.000 per 5 kg. Sementara bawang putih Rp 15.000 per setengah kg, telur Rp 35.000 per 1 kerat, minyak goreng Rp 24.000 per 2 liter. “Untuk stok barang kita sediakan beras 500 kg dari ketiga jenis tersebut, bawang merah 50 kg, bawang putih 25 kg serta telur 5 kerat besar, dan minyak goreng sekitar 10 dus,” ujar Sudira.

Lurah Dauh Puri, Gusti Ayu Made Suryani melihat masyarakatnya sangat terbantu dengan diadakannya kegatan pasar murah oleh Pemkot Denpasar.  (esa/ humas pemkot dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan