BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, menggelar workshop metode belajar mengajar Kurikulum 2013 mata pelajaran matematika, 10-13 September di UPT Rumah Pintar. Workshop diikuti 72 guru matematika kelas IX SMP/MTs negeri dan swasta se-Kota Denpasar.

Pelaksana Teknis Kegiatan, Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengatakan, workshop ini digelar dengan tujuan agar para guru matematika memahami pentingnya penyusunan soal USBN serta prosedur dan langkah-langkahnya. Para guru dapat mengembangkan indikator soal berdasarkan kisi-kisi USBN yang dikembangkan oleh BSNP.

Selanjutnya para guru matematika dapat menulis butir-butir soal matematika sesuai kisi-kisi yang didapatkan, serta dapat menelaah butir-butir soal yang dibuat dengan menggunakan instrumen telaah kualitatif butir soal. Selain dapat merakit soal yang selanjutnya menjadi paket soal untuk digunakan dalam ujian.

Dari workshop ini, kata Tirta Arintini yang juga Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, hasil yang diharapkan adalah tersedianya paket soal matematika untuk pemantapan UN dan USBN tahun 2018/2019. Ini tak terlepas dari komposisi penyusunan soal yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dimana 20-25 persen soal USBN berasal dari Kemendikbud, sedangkan 75-80 persen soal disusun oleh guru.

Sementara Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., mengatakan, guru harus mampu menjadikan matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan dan bukan menjadi momok bagi siswa. Menurut dia, matematika juga akan terus dipakai sebagai modal kemampuan belajar dan berpikir seumur hidup.

Wiratama menyebutkan, sebenarnya setiap anak didik memiliki dasar kemampuan untuk memahami matematika. Hanya saja dalam proses belajar selanjutnya mungkin saja menghadapi hambatan dan keterbatasan sehingga siswa menganggap bahwa pelajaran matematika itu sulit.

Wiratama mengatakan, bagaimana menjadikan matematika menjadi pelajaran yang disenangi siswa adalah tugas berat bagi guru pengampu mata pelajaran matematika. Tugas guru matematika adalah menjadikan matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan. Guru harus mampu membangun minat belajar siswa di bidang matematika, memberikan motivasi serta mendampingi siswa ketika menghadapi kesulitan.

Wiratama menegaskan, peran guru sangat penting dalam menyukseskan USBN. Guru memiliki kewenangan sebagaimana diatur dalam UU (Sisdiknas). Setelah guru mengajar mereka juga berwenang untuk melakukan evaluasi terhadap siswa. Dan, USBN memberikan kesempatan pada para guru untuk meningkatkan kemampuan membuat soal yang baik dengan tingkat penalaran tinggi.

Menurut dia, biaya pelatihan guru tersebut sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah melalui APBD Kota Denpasar tahun anggaran 2018. Workshop menghadirkan fasilitator dari Widyaiswara LPMP Provinsi Bali. (tis/bpn)