Mayat
Petugas Gabungan Basarnas ketika melaksanakan proses evakuasi mayat yang ditemukan di gorong-gorong sempit wilayah Kelurahan Seririt. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Warga di Jalan Rajawali Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapksa, Kecamatan Seririt, Buleleng digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas tersangkut di gorong-gorong, Jumat (9/12/2022) sekitar pukul 12.00 WITA. Kuat dugaan setelah dievakuasi pria yang diduga merupakan warga asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt tersebut telah meninggal beberapa hari akibat mengalami epilepsi.

Berdasarkan informasi yang berhasil didapat mayat itu pertama kali diketahui berada di dalam gorong-gorong setelah seorang warga bernama Putu Ardika yang mencium bau tidak sedap disekitar tempat kejadian (TKP). Penasaran saksi pun kemudian langsung mengecek di depan gorong-gorong saluran air. Benar saja dirinya melihat ada kaki mirip dengan kaki manusia di saluran air yang berjarak kurang lebih satu meter dari warung miliknya.

Baca Juga :  Buleleng Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19

Tanpa berpikir panjang, saksi langsung menghubungi Babinkamtibmas agar bisa dilaporkan ke Polsek Seririt dan Basarnas untuk dilakukan proses evakuasi mengingat perlu membobol cor gorong-gorong untuk bisa mengangkat mayat tersebut.

“Kami melakukan evakuasi cukup lama karena korban berada digorong-gorong sempit. Diperlukan waktu satu jam lebih untuk membongkar gorong-gorong,” kata Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Buleleng, Dudi Librana Marjaya.

Evakuasi dilakukan petugas dengan membobol beton gorong-gorong dengan teknik Collapse Structure Search and Rescue (CSSR). Proses evakuasi memerlukan waktu cukup lama sebab beton yang menjadi penutup gorong-gorong cukup tebal. Setelah berhasil diangkat mayat korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Buleleng menggunakan ambulance Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng.

“Untuk sementara mayat korban dibawa ke RSUD Buĺeleng untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut,” ucapnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Simelik dan Sidakep Tetap Produktif Layani Masyarakat Buleleng

Sementara itu, salah seorang warga yang bernama Ketut Nesa menduga bahwa mayat tersebut adalah kerabatnya yang tidak lain adalah Putu Nova Apriana (28) yang sempat menghilang dari rumahnya sejak dua hari sebelumnya yakni Rabu (7/12/2022) sekitar pukul 07.00 WITA.

“Kami melakukan pencarian kemana-mana. Selain mengalami gangguan mental korban juga mengidap epilepsi,” ujarnya.

Bahkan sebelum mayatnya ditemukan Ketut Nesa mengaku sempat melihat bungkusan kresek yang biasa dibawa korban disekitar TKP mayat korban ditemukan dalam gorong-gorong.

“Kalau dilihat ciri-cirinya sudah jelas itu dia (korban). Dari dulu saya khawatir dia (korban) akan mengalami seperti ini karena sakitnya itu (epilepsi),” pungkasnya.(dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini