ITB STIKOM Bali
Acara Penyambutan Mahasiswa Inbound PMM ITB STIKOM Bali. Sumber Foto : mon/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dirilis kemdikbud.go.id, PMM merupakan bagian program Merdeka belajar Kampus Merdeka yang memberikan kesempatan bagi mahasiwa Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar perguruan tinggi asal mereka. Melalui program ini, mahasiswa dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, dan solidaritas melalui pembelajaran antar budaya, serta mengembangkan kompetensi dan kepemimpinan.

Sejumlah 53 Mahasiswa yang berasal dari Sabang sampai Merauke mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di ITB STIKOM Bali. Para Mahasiswa akan menjalani perkuliahan selama satu semester, yaitu pada bulan Oktober hingga Januari 2023 dan mendapat pengakuan satuan kredit semester (SKS) hingga 20 sks.

Dalam acara penyambutan Penerimaan Mahasiswa Inbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Jumat (30/9/2022) di Aula ITB STIKOM Bali, Turut hadir memberikan sambutan yaitu Koordinator PMM ITB STIKOM Bali, Dr. Evi Triandini, M.Eng, Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan.

Koordinator PMM ITB STIKOM Bali, Dr. Evi Triandini, M.Eng, dalam sambutannya mengatakan pada periode ini kuota jumlah mahasiswa inbound sebanyak 60 orang tetapi seiring berjalannya waktu mahasiswa yang hadir inbound ke STIKOM Bali hanya 53 orang dikarenakan beberapa mahasiswa mengalami kendala sehingga mengundurkan diri.

Baca Juga :  Tertarik Kuliah Sambil Magang Online Singapura atau Kerja di Jepang, Calon Mahasiswa Baru ITB STIKOM Bali Membludak

“Dalam program ini kurang lebih 4 bulan mahasiswa akan mengikuti perkuliahan mulai 3 Oktober-Januari 2023,” ucap Dr. Evi Triandini.

Lebih lanjut ia mengatakan persiapan yang dilakukan oleh STIKOM Bali dalam menyambut PMM ini adalah Asrama yang terletak di Kebo Iwa, Transportasi dan Sistem Pembelajaran sudah disiapkan secara offline dan juga Dosen Nusantara yang mendampingi dan memberikan informasi tentang budaya di Bali.

“Harapan saya dengan adanya program ini mahasiwa bisa mendapatkan pengalaman, pengetahuan, bertoleransi dengan mahasiswa dari sabang sampai merauke,” harapnya.

Di ITB STIKOM Bali Program PMM ini sudah mulai berjalan dari tahun lalu tetapi karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sistem pembelajaran dilakukan secara daring.

Dr. Dadang Hermawan selaku Rektor ITB STIKOM Bali dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah RI karena memilih dan mempercayakan ITB STIKOM Bali sebagai penerima mahasiswa inbound PMM.

“Ini merupakan hal baru yang luar biasa dan harus di dukung oleh stakeholder selain mengembangkan pariwisata yang sudah berjalan yang menampilkan kebudayaan, sekarang edukasi atau pendidikan bisa dijadikan salah satu bidang yang kita pikirkan bersama. Karena inbound seperti ini mahasiswa akan belajar kebudayaan di Bali,” ujar Dr. Dadang Hermawan.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-19 ITB STIKOM Bali Digelar Secara Hybrid, Akan Membuka Program Studi Baru S1 hingga S2

Dr. Dadang Hermawan juga mengatakan Program PMM ini sangat bagus karena bisa mendorong sektor perekonomian yang ada di Bali dan program seperti ini harus didukung dan dilaksanakan terus oleh Pemerintah RI.

“Secara eksternal harapan saya program ini harus didukung pemerintah, karena bukan hanya mahasiswa dalam negeri tetapi mahasiswa luar negeri pasti ingin ke Bali dan ini bisa menjadi nilai tambah kita bisa mengembangkan wisata edukasi karena mahasiswa nya kaum-kaum intelektual, maka dari itu program seperti ini harus diperhatikan,” ucapnya.

Salah satu Mahasiswa program PMM yaitu Dedi Hermansyah dari Universitas Muhammadiyah, Medan mengatakan dengan adanya program ini ia berharap bisa mencari relasi, menggali informasi tentang Bali dan sistem pembelajaran di Bali.(mon/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini