Tumpek Uduh
Tumpek Uduh Dirayakan di KPFP Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – “Dadong dadong…I Kaki kije? Kaki Gelem, Gelem kenken? Gelem kebus dingin ngetor ngeed,,,ngeed…ngeed. Apang nged mabuah apang ade anggon ngegalung buin selai lemeng”. Begitu ucapan doanya sembari mengucapkan itu, tangan kanannya memberi sedikit luka pada batang pohon dengan sebilah  pisau lalu luka pada goresan tadi diisikan gantungan dan diberikan bubuh atau bubur.

Hal ini bertujuan supaya tumbuhan yang ditanam berbuah banyak dan bisa dipergunakan pada saat Hari Raya Galungan menjelang 25 hari lagi.

Baca Juga :  Mahasiswa UGM Rintis Bisnis Sabun Kefir Untuk Kecantikan

Fakultas Pertanian melakukan persembahyangan Bersama di KPFP (Kebun Percobaan Fakultas Pertanian) yang beralamat di jalan Pulau Moyo, Denpasar Sabtu (14/5/2022).

Kegiatan Dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM Bersama jajaran nya WD2, WD3 dan para dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Pertanian. Upacara Tumpek Uduh ini di puput oleh Jero Mangku  dan dilanjutkan dengan melalukan persembahyangan Bersama untuk memohon keselamatan dan medoakan agar tumbuh tumbuhan hidupnya subur dan bisa menghasilan buah yang banyak.

Baca Juga :  Intersport International Automodified (IAM) MBtech 2017 Jakarta Final Battle akan Tampilkan Ratusan Mobil Modifikasi Terbaik!

“Hari istimewa ini dirayakan setiap enam bulan sekali pada hari Saniscara (Sabtu) Kliwon wuku Wariga tepatnya 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.Tumpek Wariga atau Tumpek Uduh merupakan salah satu hari raya bagi umat hindu di bali ditujukan sebagai manifestasi Tuhan sebagai Dewa Sangkara penguasa tumbuh tumbuhan,” ucap Prof.  Ustriyana.

Tumpek Uduh  merupakan momentum yang sangat baik unutuk manusia begitu pentingnya tanaman dan alam dalam arti yang sangat luas sehingga menjadi harmoni dalam kehidupan ini.(unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini