Sugihan Bali
Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Sugian Bali adalah rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Jumat Kliwon Wuku Sungsang. Sugian Bali adalah penyucian buana alit atau diri sendiri (mikrokosmos) sehingga bersih dari perbuatan-perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan batin.

Pembersihan dapat dilakukan dengan penglukatan, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. Dengan adanya kesucian lahir dan batin itu, umat lebih bisa memaknai Hari Suci Galungan sebagai kemenangan dharma.

Mengenai Sugian masih terdapat penafsiran yang bisa dibilang keliru dalam masyarakat, tidak sedikit yang berpendapat jika merayakan hari raya Sugian Jawa artinya merupakan keturunan dari Majapahit (Jawa) dan Sugian Bali artinya keturunan Bali asli.

Jika dicoba menelisik pada sebuah lontar yaitu Lontar Sundarigama. Dalam Lontar Sundarigama dijelaskan bahwa filosofi dari sugian erat kaitannya dengan Pembersihan. Yang mana dapat jelaskan makna dari Sugian Jawa adalah penyucian makrokosmos atau bhuana agung atau alam semesta sebagai tempat kehidupan. Sedangkan Sugian Bali adalah penyucian bhuana alit atau diri sendiri (mikrokosmos) sehingga bersih dari perbuatan-perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan batin.

Sugian Bali lebih mengarah pada pensucian (pembersihan) mikrokosmos atau diri sendiri. Penyucian dapat dilakukan dengan cara Sekala dan Niskala. Cara Sekala yakni Pembersihan badan fisik dari debu kotoran dunia maya, agar layak dihuni oleh Sang Jiwa Suci sebagai Brahma Pura. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan memohon tirta pembersihan/penglukatan.

Sedangkan dengan cara Niskala yakni Pembersihan badan rohani (Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira) dengan cara melakukan yoga semadi yang ditujukan untuk mulat sarira, sebab pada saat ini umat seharusnya memiliki kesucian batin dengan menahan diri dari segala macam godaan indria. Hal inilah yang menjadi penekanan dalam kaitannya pelaksanaan ritual Sugian Bali.

Baca Juga :  Jaya Negara Tinjau Pasar Murah Galungan

Dengan demikian umat Hindu di Bali yang akan merayakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma harus melaksanakan menyucian diri agar bisa melaksanakan rentetan ritual hari raya Galungan dan Kuningan dengan baik. Terlebih di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, tentunya umat Sedharma dituntut untuk lebih menjaga kesucian dan kebersihan diri masing-masing dengan selalu mengedepankan protokol kesehatan agar bisa terhindar dari wabah Covid-19. (Anak Agung Sri Anggreni, S.Pd.H, Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Mengwi, Badung)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini