Endek Bali
Gubernur Wayan Koster bersama Menparekraf Sandiaga Uno meninjau pameran Kain Endek Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kerajaan Gelgel di Klungkung menjadi salah satu bukti peran besar Klungkung di masa lalu. Kerajaan ini pun memiliki banyak peninggalan, tidak hanya bangunan bersejarah, tetapi warisan budaya berupa kain tenun endek khas Bali.

Pada masa Kerajaan Gelgel, kain tenun endek merupakan kain yang secara khusus dikenakan oleh para bangsawan. Selain itu, tenun juga menjadi kain istimewa yang hanya dipakai untuk acara–acara khusus.

Beberapa aktivitas yang kerap mengharuskan masyarakat Bali mengenakan kain tenun endek, diantaranya adalah upacara potong gigi, kremasi, perkawinan, hari raya, serta beragam upacara keagamaan Hindu lainnya.

Baca Juga :  Kodim Badung Salurkan Bantuan Tunai Pemerintah Rp1,2 Juta Kepada 5.000 PKL dan UMKM

Sejarah kemunculan kain tenun endek khas Bali, bisa ditelusuri pada abad ke-18 Masehi. Masyarakat Bali pun masih tetap mempertahankan tradisi pembuatan kain tradisional bahkan pemakaian dari tenun endek kini tak hanya dipakai bangsawan. Tak sedikit masyarakat biasa kini menggunakan kain endek untuk aktivitas sehari–hari.

Bahkan saat ini, kain tenun endek telah merambah dunia fashion Internasional. Saat ini masyarakat Bali terus berupaya untuk melestarikan keberadaan kain tenun endek di Bali, khususnya masyarakat Klungkung.

Desa Sulang di Klungkung menjadi kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi kain tenun endek khas Bali. Produksi kain tenun endek di Bali dilakukan menggunakan alat tenun, bukan mesin. Selain itu, ada pula para pengerajin kain tenun endek yang memproduksi kain dengan alat tenun tradisional dengan nama Cagcag.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here