QRIS
Trisno Nugroho, saat menghadiri Webinar oleh Undiknas. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARPandemi Covid–19 telah menyebabkan perekonomian Nasional mengalami kontraksi yang dalam, pertumbuhan ekonomi Nasional pada keseluruhan tahun 2020 tercatat mengalami kontraksi negatif, hingga mencapai minus -2,07% (yoy).

Di Provinsi Bali sendiri, sektor pariwista yang menjadi penyumbang devisa terbesar tak luput mengalami tekanan dampak pandemi Covid–19, hingga minus -9,31% (yoy). Terkait hal tersebut, pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam upaya memulihkan kembali perekonomian Nasional, yang juga dijalankan secara beriringan dengan upaya untuk memutus penyebaran Covid–19.

Baca Juga :  Dipantau Sejak Persiapan, SKD CPNS Tahun 2021 di Undiksha Berjalan Sesuai Prokes

Dalam hal ini, kita tentu semua sepakat bahwa pembatasan mobilitas manusia di tengah pandemi Covid–19 yang menjadi kebijakan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 telah mendorong pergeseran prilaku manusia menjadi serba digital, dengan peralihan kegiatan yang dulunya mayoritas offline menjadi online.

Kondisi ini tentu menjadi sebuah tantangan baru bagi para pemangku kepentingan dalam memberikan sebuah inovasi dalam era digitalisasi, sebagai sebuah solusi untuk membangkitkan kembali perekonomian Nasional pasca pandemi Covid–19 yang melanda.

Hal ini tentunya menjadi sangat relevan, dengan kondisi seperti sekarang ini dimana seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi milenial berupaya untuk dapat beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru serta mendorong munculnya inovasi yang berbasis digital dalam upaya pemulihan ekonomi di masyarakat.

Baca Juga :  Fakultas MIPA Universitas Udayana Laksanakan Audiensi dalam Rangka Kerja Sama Tri Dharma Peguruan Tinggi dengan Pemkab Bangli

Mengenai sebuah inovasi dalam upaya pemulihan ekonomi yang berbasis digital tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, saat memberikan pidatonya dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Kamis (18/2/2021) mengatakan, salah satu yang menjadi kebijakan Bank Indonesia dalam upayanya untuk mendukung penuh pemulihan ekonomi nasional berbasis digital adalah dengan cara mengakselerasi sistem pembayaran nontunai berbasis digital dengan metode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dengan prinsip CeMuMuAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal).

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here