Menjadi suatu inovasi yang sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi bebrasis digital, yang juga semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi tanpa harus menggunakan media uang fisik atau cashless, sehingga meminimalisir kontak fisik secara langsung yang dapat menimbulkan resiko penularan Covid–19 di masyarakat.
“QRIS, sebagai cara bayar nirsentuh, kini telah mengalami akselerasi yang sangat cepat sejalan dengan inovasi digitalisasi yang bergeser mengikuti pola prinsip CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental. Karena tidak membutuhkan kontak fisik, baik langsung maupun tidak langsung dalam setiap prosesnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses bisnis yang ada. Sehingga akan berdampak langsung pada percepatan kebangkitan geliat perekonomian Nasional, juga secara khsusus di Provinsi Bali,” ungkap Trisno Nugroho.
Secara tidak langsung, pandemi Covid–19 telah membuat transformasi digital semakin tak terbendung. Sehingga dalam hal ini, penggunaan QRIS sebagai metode baru dalam bertransaksi, akan mendorong pemulihan ekonomi di masyarakat, serta menjadi inovasi baru yang mampu menjadi penggerak perubahan diseluruh lapisan masyarakat.(aar/bpn)













