Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARDi tengah kondisi pandemi Covid-19 dan persaingan ketat antar sekolah, ternyata SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata tetap menjadi pilihan masyarakat menyekolahkan putra putrinya.

Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata terus berkomitmen memajukan dunia pendidikan di Bali walaupun di tengah situasi sulit saat ini.

Ditemui di sekolah setempat, Sabtu (18/7/2020) Kepala sekolah SMK Bali Dewata, Ni Ketut Sutarsih, SE dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep., mengatakan saat ini SMK Bali Dewata memperoleh siswa baru sebanyak 306 Siswa yang tersebar dilima jurusan yakni Akomodasi Perhotelan, Tata Boga, Akuntansi, Teknik Komputer dan Jaringan serta Multimedia.

Sementara untuk SMK Kesehatan Bali Dewata menerima siswa sebanyak 96 orang yang terdiri dari 2 jurusan yakni Jurusan Keperawatan dan Jurusan Farmasi. Sekolah yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Utara No. 466 Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, sampai saat ini SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata masih menerima pendaftaran baru bagi calon didik sampai akhir Juli.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Monitoring PTM Sekolah di Kabupaten Badung

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat bali masih mempercayakan pendidikan putra putrinya di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata, serta calon siswa baru juga tidak dipungut uang gedung dan gratis SPP untuk bulan Juli 2020. Kami juga menyiapkan asrama bagi siswa dan khusus untuk siswa baru gratis biaya asrama selama setahun. Untuk SPP tahun ini tak ada kenaikan, SMK Bali Dewata tetap dikenakan Rp250 ribu/bulan, sementara SMK Kesehatan Bali Dewata Rp375 ribu/bulan,” papar Ni Ketut Sutarsih, SE dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep.

Saat pandemi ini pembelajaran menggunakan sistem daring atau online dengan menggunakan Google Classroom dan berbagai aplikasi seperti Zoom dan Jejak Bali. Bagi siswa di SMK Bali Dewata maupun SMK Kesehatan Bali Dewata merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh siswa apalagi ditunjang dengan kemampuan tenaga bendidik yang sudah sebagian besar S2 serta sangat mahir menggunakan IT.

Baca Juga :  Bupati Tamba Dukung Puteri Cilik dan Remaja Bali Maju Ajang Nasional

“Sebagian besar tenaga pendidik kami sudah bergelar S2, dan guru disini memang profesional dibidangnya dan saat ini guru-guru kami terus melakukan review kurikulum dan pembuatan video pembelajaran secara online demi menunjang kegiatan siswa sehingga siswa disini lebih mudah menyerap pendidikan,“ ungkap Ni Ketut Sutarsih, SE dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep.

Lulusan SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata mengingat kondisi pandemi saat ini banyak yang menjadi wirausaha seperti di bidang kuliner jualan online dan kompetensi keahlian sedangkan sisanya melanjutkan ke perguruan tinggi.

Baca Juga :  Bank Indonesia Serahkan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia ke Persatuan Wartawan Indonesia dan Capacity Building Sistem Pembayaran Non Tunai Kepada Media

“Saat ini di masa pandemi kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pendaftar siswa baru dan kami siapkan Satgas Covid-19 di pintu masuk sekolah,“ ucap Ni Ketut Sutarsih, SE dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep.

Kabar gembira diumumkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, I Wayan Cahyadi Adiguna, SE., saat ini siswa yang sekolah di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata telah diasuransikan jiwa secara gratis oleh pihak yayasan.

“Ini bentuk kepedulian kami selaku pihak yayasan untuk memberikan proteksi bagi siswa sehingga mereka merasa nyaman sekolah disini dan asuransi ini gratis tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis,“ ujar I wayan Cahyadi Adiguna.

Pelaksaan MPLS tahun ajaran 2020/2021 di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata sudah berjalan dengan baik dan lancar dan dilaksanakan secara daring.(ads/bpn)