BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi dalam Youth Asean Forum: Sustainable Tourisme yang berlangsung di Prince of Songkla University, Thailand.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 2 September 2019 ini, dua mahasiswa program studi (prodi) Pariwisata FIB sukses menyabet juara dari dua kategori. Prestasi itu dipersembahan oleh Ervina Wardiyanti yang meraih juara 1 untuk Speech Contest, sementara Riris Rinonce meraih juara 2 untuk Project Development of Asean Tourism.

Ervina mengatakan kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai universitas di wilayah Asean. Berbagai acara diadakan dalam rangkaian forum tersebut, diantaranya lomba Speech Contest, ASEAN Quiz Competition, dan Project Development Competition.

“Untuk lomba yang saya ikuti, speech contest, setiap peserta dituntut untuk menyampaikan pidato sesuai dengan tema yang telah ditentukan panitia,” tuturnya, Selasa (24/9/2019) di Kampus UGM.

Lebih lanjut dia menjelaskan pada onde pertama peserta menyampaikan pidato bertema “Advancing Partnership for the Sustainable Promotion of ASEAN Tourism”. Selanjutnya di ronde kedua atau final, para finalis diminta menyampaikan pidato yang bertema “Youth Perspective on ASEAN Sustainable Tourism Threats”. Pada babak final itu semua peserta harus menyampaikan pidato dengan poin gagasan perspektif generasi muda dalam ancaman yang dihadapi ASEAN untuk mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Baliportalnews.com Raih Penghargaan dari Kanwil DJP Bali

“Saya sendiri mengungkit kasus-kasus seperti komodifikasi budaya, kebocoran ekonomi  pada industri pariwisata, dan sumbangan karbon emisi dari industri pariwisata sebagai poin gagasan dalam pidato saya,” terangnya.

Sementara itu dalam Project Development Competition, setiap peserta dibagi menjadi kelompok yang berisikan sekitar 3-4 orang. Setiap kelompok diminta gagasan strategi untuk memasarkan destinasi pariwisata Songkhla Old Town. Sebelumnya, semua peserta diajak berkunjung ke destinasi pariwisata Songkhla Old Town. Disana peserta diberi waktu sekitar 3-4 jam untuk mengobservasi atraksi, amenitas, dan aksesibilitas di destinasi tersebut. Dari kunjungan tersebut setiap kelompok diminta untuk menyusun gagasan startegi pemasaran yang selanjutkan dipresentsaikan dihadapan dewan juri. (humas-ugm/bpn)