BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pertemuan International Conference Organitation World Heritage City (OWHC) di Denpasar telah melakukan kesepakatan yang di kemas dalam Denpasar Komitmen bersama 13 Negara Delegasi OWHC dan 7 Kota yang masuk anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada Selasa malam (30/4/2019) di di Prama Sanur Beach Hotel.

13 Negara Delegasi menandatangani kesepakatan termasuk 7 anggota JKPI. Diantaranya Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Kazan Evgenia Lodvigova, Walikota Bolgar Kamil Nugaev, Wakil Walikota Shakhirisabz Ulugbek Rakhimov, Wakil Walikota Nizhnekamsk Elvira Dolotkazina, Wakil Walikota Osh Emil Tulenbaev, Kepala Pulau Kota Sviyazhsk Artem Silkin, Wakil Walikota Jambi dr. Haji Maulana, Wakil Walikota Surakarta Dr. Achmad Purnomo, Wakil Walikota Bau Bau Laude A. Monanse serta Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Penandatangani ini disaksikan Sekjen UCLG Eurasia Regional Cordinator of OWHC, Rasikh Sagitov, dan Sekjen OWHC, Denish Ricard.

Dalam kesepakatan tersebut terdapat beberapa poin penting dalam keberlanjutan pelestarian pusaka budaya kota. Diantaranya usulan kepada sekretariat jenderal OWHC untuk mengadakan sesi khusus tentang heritage turism pada setiap kongres dunia OWHC yang melibatkan para profesional pariwisata, akademisi, dan departemen pariwisata pemerintah dari wilayah anggota sebagai ekosistem untuk heritage tourism yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Kapolsek Kediri Tekankan Netralitas dalam Pilkada Tabanan 2020

Sekjen OWHC, Denish Ricard mengatakan bahwa masuknya kota-kota dalam anggota OWHC ini tidak saja memiliki kawasan heritage tapi mampu melakukan pelestarian secara berkelanjutan. Pimpinan daerah juga harus memiliki komitmen tinggi dalam pelestarian budaya dengan melakukan langkah-langkah strategis pelestarian keberadaan warisan budaya. Kota Denpasar memiliki komitmen yang tinggi dalam pelestarian budaya.

Hal ini juga atas dukungan dan komitmen pimpinan daerah yakni Walikota Denpasar Rai Mantra dalam kegiatan pelestarian warisan budaya yang ada. Tidak hanya menjaga keberadaan warisan budaya, tapi di Kota Denpasar juga melakukan langkah pendidikan kepada generasi muda dalam pelestarian budaya. Seperti halnya melaksanakan berbagai lomba-lomba dan kegiatan berkesenian berkaitan dengan pelestarian budaya.

“Setiap kota beserta seluruh jajaran pimpinan memiliki kewajiban untuk ikut menjaga warisan budaya, Heritage dan Tourism itu penting, saya sangat bangga  dengan hal itu, kota ini sangat konsisten dengan torism heritage, sehingga hal ini dapat menjadi wahan edukasi peradaban di masa depan, dan hal ini harus mendapat dukungan semua pihak termasuk wartawan yang tentunya dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk ikut menjaga warisan budaya,” terangnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Skutik Honda Tawarkan Promo Hemat

Sementara Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konfrensi OWHC Eurasia IX Tahun 2019 ini. momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk memperkuat warisan budaya sebagai elemen penting pengembangan sektor pariwisata. Dimana, keberadaan pariwisata di Kota Denpasar wajib memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal yang bergerak dalam balutan ekonomi kreatif.

“Momen internasional ini tentunya dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal di Kota Denpasar sebagai heritage city, dan warisan budaya yang tangguh merupakan modal utama dalam pengembangan Herotage Torism,” tambah Rai Mantra.  (pur/humas-dps/bpn)