BALIPORTALNEWS.COM – Kota Denpasar dengan identitas sebagai kota berwawasan budaya tak pernah lepas dari segala aktivitas seni budaya. Mulai di tingkat Banjar hingga tingkat Kota Denpasar, hampir setiap harinya tak pernah sepi kegiatan seni dan budaya dengan keterlibatan anak-anak usia dini, dewasa, dan PKK Banjar.

Ajang tahunan juga dijadikan sebuah kegiatan rutin diselenggarakan mulai dari  event- event seni budaya tingkat banjar, desa hingga kegiatan kecamatan dan tingkat kota. Di tingkat Banjar terdapat Pamuke Festival yang diprakarsai oleh STT. Pamuke Banjar Kedaton Kelurahan Sumerta, terdapat pula Festival Omed- Omedan di Banjar Kaja Sesetan, Lomba Tari Bali seperti yang dilaksanakan di Banjar Kayumas Kaja serta Festival Layang- Layang oleh Banjar Pitik, Pedungan.

Di tingkat Desa dilaksanakan Pementasan Kebudayaan seperti Utsawa Dharmagita  dan Lomba Baleganjur, sementara ditingkat  Kota terdapat event- event seni budaya seperti Parade Gong Kebyar se- Kota Denpasar, Utsawa Dharma Gita, PKB (Pesta Kesenian Bali) Tingkat Kota Denpasar dan juga Mahabandana Prasadha yang menampilkan beragam pentas kesenian klasik.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Masyarakat, Pemkab Jembrana Gelar Pelatihan Kerja

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra telah berkomitmen terhadap pengembangan seni budaya dan regenerasi pelaku kesenian di Kota Denpasar. Komitmen tersebut diwujudkan dengan berbagai macam program seperti Pelatihan Kesenian tabuh, rebab, suling dan makendang bagi anak usia sekolah oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang diadakan selama masa liburan sekolah. Selain juga pembinaan kesenian lainnya yang dilaksanakan mulai ditingkat Banjar.

Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar juga mewadahi kreativitas berkesenian anak-anak usia dini dan generasi muda dengan berbagai event seni budaya. Pojokan taman kota Denpasar yakni di kawasan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan Taman Kota Lumintang setiap Sabtu dan Minggu, menjadi pusat kegiatan dari menari, bermain musik, berpuisi hingga melukis.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti mengatakan dalam Pentas Kesenian Sabtu Minggu ini khusus ditampilkan ragam kesenian tradisional, seperti Tari, Tabuh dan Gender. Aktivitas kesenian dalam Pentas Kesenian Sabtu Minggu ditampilkan oleh anak- anak PAUD, TK dan SD. Para peserta ini dipilih dari Sekehe- sekehe kesenian di Kota Denpasar dan dari tiap gugus atau sekolah di Kota Denpasar. “Per 2016 ini berdasarkan data Dinas Kebudayaan Kota Denpasar terdapat 170 Sanggar dan Komunitas Seni lainnya di Kota Denpasar. Sementara di tahun ini, partisipan Pentas Kesenian Sabtu Minggu terdiri dari 120 sanggar dan 48 gugus se-kota Denpasar.

Baca Juga :  Gelar Kreatif Lokal Award, Adira Finance Dukung Pengembangan Ekraf

Untuk Pentas Kesenian Sabtu Minggu ini sanggar yang tampil merupakan sanggar yang telah terdaftar di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Namun karena tiap tahunnya ditetapkan target jumlah peserta, maka pementasan sanggar ini digilir sesuai jumlah target. Jika ada sekehe yang tahun ini belum memperoleh kesempatan tampil, akan diberi kesempatan ditahun berikutnya” ujar Dwi Wahyuning Kristiansanti.

Lebih lanjut Dwi Wahyuning Kristiansanti mengatakan pelaksanaan Pentas Kesenian Sabtu Minggu dan event- event seni budaya lainnya di Kota Denpasar ini bertujuan untuk mewadahi kreativitas berkesenian generasi muda di Kota Denpasar.

Selain sebagai regenerasi pelaku seni, pelatihan dan pementasan ini juga sebagai ajang bagi Dinas Kebudayaan Kota Denpasar untuk mencari bibit seniman yang nantinya dapat diterjunkan sebagai Duta Kesenian yang mewakili Kota Denpasar di event- event seni skala regional, nasional atau bahkan internasional. (esa/humasdps/bpn)