Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak perayaan HUT ke-27 SMAN 7 Denpasar (Sisma), Kamis (1/9/2016) digelar meriah bertabur pentas kreativitas seni. Kemeriahan puncak HUT bertambah istimewa karena tahun ini Sisma ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sebagai pilot project sekolah literasi.

Puncak HUT dihadiri Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekretaris Disdikpora Wayan Sukana, Camat Denpasar Utara Nyoman Lodera, Ketua Komite Ida Cokorde Pemecutan IX beserta pengurus, seluruh siswa dan guru. Saat itu, Walikota Denpasar juga menandatangani prasasti peresmian budaya literasi SMAN 7 Denpasar.

Serangkaian HUT, Sisma menggelar aneka lomba seni budaya dan olahraga, serta lomba TI melibatkan siswa SMP se-Bali yang diprakarsai ekstra Pentium-7. Ketua Panitia HUT, Putu Agus Erik Mahendra mengungkapkan, puncak HUT diisi berbagai atraksi dari semua unit kegiatan ekstra di SMAN 7 Denpasar.

Dia berharap di usia ke-27 Sisma semakin harmoni baik itu diantara guru, pegawai dan murid serta mampu meningkatkan prestasi dan budaya literasi sebagaimana tema HUT ‘’Pavo Shades in Maroon Harmony”.

Baca Juga :  Pertahankan Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Pemkot Denpasar Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

Kepala SMAN 7 Denpasar Dra. CIM Kusuma Widiawati saat itu menyampaikan perjalanan SMAN 7 Denpasar,  diawali dengan berdirinya SGA tahun 1959, berlanjut menjadi SPGN th 1964, dan menjadi SMAN sejak 1989 sampai sekarang. Dalam proses perjalanan SMAN 7 Denpasar, dikatakan Cok Mirah, pernah dinobatkan sebagai sekolah plus olahraga dan seni, sekolah Model oleh Direktorat PSMA, dan  sekarang Sekolah Literasi (membaca).

Terkait dengan pelaksanaan literasi setiap hari di sekolah, membuat kondisi lingkungan yang mendukung keberadaan literasi.

“Kami mulai dengan mengkondisikan areal sekitar anak dengan disediakannya tempat duduk membaca dengan istilah Pojok Baca, untuk memberi ruang serta kenyamanan untuk anak membaca,” ujarnya.

Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi gerakan budaya literasi SMAN 7 Denpasar. Dia bangga di usia ke-27 tahun SMAN 7 Denpasar ditetapkan Kemendikbud sebagai pilot project sekolah literasi.

Ini pas dengan konsep Kota Denpasar sebagai Smart City dan menjadi sekolah sebagai rumah terindah keduanya. Karenanya, Rai Mantra berharap gerakan budaya literasi ini sebagai embrio meningkatkan pola pikir, kreativitas dan inovasi dengan membiasakan setiap hari membaca 15 menit sebelum pelajaran.

‘’Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis itu perlu proses, budaya literasi sebagai suatu langkah yang dapat meningkatkan imajinasi dan memunculkan ide-ide baru untuk berkreativitas,’’ ujar Rai Mantra. (tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini