Sambut Asian Games 2018, Palembang Bikin Kampoeng Warno-Warni

BALIPORTALNEWS.COM, PALEMBANG – Kampung warna-warni makin ngetren dan menginspirasi banyak daerah untuk dijadikan destinasi desa wisata. Setelah kampung warna-warni di Semarang yang mendunia karena di-repost oleh media-media internasional, lalu Jogjakarta dan Malang yang juga go international, kini giliran Palembang, Sumsel yang beraksi.

Mereka baru saja membuat kambung warna-warni yang di-launching demi menyambut Asian Games 2018. Ini matching dengan logo Asian Games 2018 yang juga warna-warni.

Program Kampoeng Warno-Warni yang digagas Relawan Gemilang Peduli Asian Games, kini mendapat perhatian banyak pihak, termasuk pihak swasta yakni Perusahaan Cat Propan. Sejumlah sponsor memberikan dukungan, mengingat Kampoeng warno-warni disiapkan sebagai wisata baru di Palembang.

Untuk pengecatan kampoeng warno-warni, Produk cat ternama di Indonesia, Propan memberikan dukungannya dengan menggelontorkan ratusan kilogram cat untuk tahap awal. “Kampoeng Warno-Warni ini termasuk bagian dari menyemarakkan event Asian Games tahun depan. Banyak yang sudah memberikan dukungannya. Terakhir kita baru terima cat dari Propan, terima kasih Propan,”kata sekretaris Gemilang Peduli Asian Games, Mas Warto di Palembang, Jumat (26/5/2017) seperti dilansir di laman resmi Kemenpar RI.

Mas Warto menjelaskan, Kampoeng Warno-Warni telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan dipusatkan di seberang ulu, berhadapan langsung dengan Benteng Kuto Besak. Warto menyatakan organisasi yang dipimpinnya selalu siap berkolaborasi menyukseskan Asian Games 2018.

“Kita semarakkan Palembang ini untuk mempromosikan Asian Games 2018. Untuk infrastruktur, Palembang sudah siap. Sekarang tugas kita bersama untuk mempromosikannya, sekaligus mengajak peran serta masyarakatnya,” papar Mas Warto.

Diketahui, Palembang, bersama Jakarta, akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yang dihelat pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Menyongsong perhelatan olahraga akbar antarnegara Asia itu, Pemkot Palembang merencanakan sejumlah program kepariwisataan.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo menyampaikan sejumlah program pembangunan Pemerintah Kota Palembang, khususnya pariwisata, kepada Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Teten Masduki, di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan yang serius tapi santai, itu Harnojoyo mengatakan, kepariwisataan adalah salah satu program prioritas Pemerintah Kota Palembang untuk percepatan perwujudan visi Palembang EMAS (Elok, Madani, Aman, Sejahtera) dan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Harnojoyo menjelaskan, sektor wisata menjadi salah satu prioritas dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Saat ini Pemkot Palembang telah berhasil mewujudkan wisata pedestrian Sudirman, taman-taman dan wisata lainnya.

Namun kali ini Pemkot Palembang kembali merencanakan pengembangan wisata lain, ada sembilan program pengembangan wisata dipaparkan guna meyakinkan Pemerintah pusat agar dapat mengucurkan bantuan kepada Pemerintah Kota Palembang, salah satunya restorasi Benteng Kuto Besak (BKB) dan percantik kawasan sungai Musi.

“Apa yang akan dilakukan Pemkot Palembang, yaitu penataan Sungai Musi, pengecatan rumah di bantaran Sungai Musi, penataan bangunan bersejarah, restorasi Sungai Sekanak, revitalisasi Bukit Siguntang, pengembangan wisata Pulau Kemaro, dan pembangunan pasar seni. Kemudian program pembangunan pasar wisata terpadu di Sekanak, pembangunan air terjun menari di plaza Benteng Kuto Besak, pembanguan air terjun Ampera,” papar Harnojoyo.

Ia mengatakan, sejumlah program terkait pariwisata juga telah berjalan. Antara lain, pedestrian Sudirman yang berlangsung tiap malam sabtu dan malam minggu.

Sejumlah aktivitas seni disajikan di tempat itu, mulai dari diskusi seni dan budaya, teater, kesenian tradisonal, komunitas pencinta hewan, hingga permainan tradisional anak.

“Selain pedestrian Sudirman, ada pula Al Quran Al Akbar di Gandus, yang menjadi daya tarik wisatawan. Setiap hari, tempat ini tak pernah sepi pengunjung,” tambah Harnojoyo.

Saat ini, sejumlah tempat wisata juga kerap dikunjungi wisatawan, lokal maupun mancanegara. Mulai dari Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Monpera, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawwar. Kampung dengan bangunan heritage yang pernah menjadi objek content di media social bersama GenPI Sumsel.

“Tema Almunawar menjadi hastag yang mengudara di trending topic sekitar 9 jam,” aku Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga. Dua kali berkegiatan dengan tagar almunawar, dan selalu menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial.

Harnojoyo optimistis, jika program-program yang direncanakan itu terwujud, ditambah program yang telah berjalan saat ini, pariwisata di Palembang akan makin berkembang.

“Wisatawan lokal maupun mancanegara tentu akan tertarik berkunjung ke Palembang. Perlu aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, kementerian. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Harus jemput bola  agar pembangunan di Kota Palembang tidak terhambat,” tukas Harnojoyo.

Sumatera Selatan (Sumsel) sejak 2015 sudah ditetapkan oleh Menpar Arief Yahya sebagai provinsi percontohan dalam menggelar Sport Tourism. Mereka sedang mempersiapkan Asian Games 2018, yang closing ceremony-nya bakal dipusatkan di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel.

Menpar Arief Yahya menyebut faktor 50% sukses sebuah daerah itu serius menggarap pariwisata adalah CEO Commitment. Keseriusan kepala daerahnya, dan itu terbukti di Sulut dan Banyuwangi.

“Pertama, tempatkan orang yang betul, terbaik, punya passion di pariwisata sebagai kadisparnya! Kedua, alokasi budgeting-nya harus lebih banyak ke sektor yang sudah dipilih menjadi core economy daerah tersebut! Kalau pariwisata ya, harus dialokasikan yang kelihatan agar bisa membangun destinasi kelas dunia,” kata Arief Yahya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gau Qyuying Tak Khawatir Berada di Bali

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Gau Qyuying wisatawan asal China ini tak merasa cemas berada di Bali pasca status Gunung Agung dari waspada, siaga dan status awas sekarang.

Ia tetap melanjutkan wisatanya di Pulau Dewata ini. Ia mengaku sangat menikmati indahnya pemandangan alam Pulau Bali. Sudah dua minggu ia berada di Bali, ia melihat Bali adalah wisata terbaik yang pernah ia kunjungi selama ini bersama keluarganya.

Hal itu disampaikannya pada saat bertemu dengan Kapolsek AbiansemalKompol Nyoman Weca,S.Sos bersama anggotanya yang kebetulan menyambangi obyek Desa Wisata Rafting di Desa Abiansemal Kecamatan Abiansemal Badung.

Senada dengan Perintah Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K yang menggerakkan anggotanya untuk menangkal pemberitaan di beberapa media terutama media sosial yang tidak jelas dan tidak benar atau HOAX yang menyatakan Gunung Agung Sudah meletus dimana dalam pemberitaan itu memuat gambar gunung yang meletus ,hal tersebut dapat menurunkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali yang dapat mempengaruhi perekonomian Bali yang masyarakatnya tergantung dari sektor pariwisata.

Kompol I Nyoman Weca,S.Sos mengungkapkan “terima kasih kami ucapkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Bali dimana mereka tak sedikit pun merasakan kekhawatirannya berkunjung ke Pulau Bali ini,” ucap Perwira asal Petang Badung ini. (guz/humas-polres.bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Persiapkan Asian Games 2018, Kemenpar Gelar Bimtek Branding di Sumsel

BALIPORTALNEWS.COM, PALEMBANG – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Disbudpar Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Branding Pesona Indonesia di Hotel Arista Palembang pada, 25 Mei 2017.

Dilansir dari laman resmi Kemenpar RI, Deputi Pengembagan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Bimtek tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan pariwisata di setiap daerah Kabupaten atau Kota di Sumsel. Mereka harus bisa membranding diri mereka masing-masing dengan baik dan sesuai dengan guideline yang sudah baku.

Dengan begitu, citra pariwisata Sumsel makin dikenal dan diketahui oleh banyak wisatawan di seluruh penjuru dunia terutama saat Asian Games 2018.  ”Nah acara ini untuk meningkatkan pemahaman branding. Karena pastinya perlu diberikan penjelasan dan pemaham lebih lanjut, agar ada sinergi antara pusat dan daerah terkait pemajuan pariwisata,” ujar Esthy Reko Astuty.

Lebih lanjut Esthy berharap, dengan sosialisasi Branding Pesona Indonesia ini tidak akan terjadi lagi ketidaktepatan dalam penggunaan logo Branding Pesona Indonesia maupun Wonderful Indonesia.

Selain itu, imbuh Esthy, Hal ini juga diharapkan agar para peserta mengetahui arah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pasar wisatawan nusantara dan mancanegara  agar bisa datang terus  berkunjung ke Sumatera Selatan.

”Mengenai Brand dan Branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia  ada hal utama yang wajib diketahui oleh para peserta mengenai penggunaan Brand Identitas Pesona Indonesia yakni terkait Logo, Warna yang sesuai dengan 5 Aspek Pesona, dan Supergraphics,” kata wanita yang murah senyum itu.

Dalam acara kemarin, peserta Bimtek sangat antusias mengikuti paparan materi yang dijelaskan, peserta kali ini juga menghadirkan unsut Pentahelix didalamnya seperti jajaran Dinas Pariwisata Palembang, Politeknik Pariwisata Palembang, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumsel, serta pengelola Destinasi Tujuan Wisata (Kampung Al-Munawwar, Kampung Kapitan, dsb). Tidak hanya itu saja, pada kesempatan bimtek kali ini juga turut dihadiri oleh Sri Meliyana, anggota komisi X DPR RI asal Lahat (Sumsel).

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga memberikan paparan tentang branding “Jelajah Sumatera Selatan,” Brand ini beberapa waktu lalu di hasilkan dari kolaborasi Mark Plus dan Disbudpar Sumsel.

Branding ini rencananya akan segera diluncurkan di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, dalam waktu dekat ini. “Saat ini Sumsel sudah memiliki branding pariwisata sendiri dengan nama Explore Your South Sumatera (Jelajah Sumsel). Terciptanya brand Pariwisata Sumsel ini tentunya sudah di sinergikan dengan brand Pesona Indonesia (nasional) berlogo perahu dan ombak air. Hal ini harus pula diikuti oleh Kabupaten dan kota di seluruh Sumsel,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sangat konsisten tampil dalam berbagai kegiatan promosi mancanegara dengan branding Wonderful Indonesia. ” Kami sangat konsen dengan national brand ini,” kata Dr Ir Arief Yahya MSc.

Menpar Arief Yahya selalu menggunakan benchmark untuk menjawab semua promosi yang diusungnya. Menurut dia, kalau ingin menjadi pemain global, gunakan selalu global standart. “Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya. Lakukan apa yang sudah sukses dan mereka (global) sudah lakukan, jangan memulai dari awal. Tapi berawal dari akhir,” pesan Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Konsep dan menggunakan teori-teori itu penting. Pertimbangan praktis berdasarkan pengalaman, itu juga penting. Perpaduan keduanya, itu menjadi sempurna. Sebagai doktor strategic management, Arief Yahya memang punya bekal ilmu branding.

Karena itu Menpar Arief Yahya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi ketua tim National Branding. Pengalaman saat memimpin Telkom dan Komisaris Telkomsel juga sudah dibuktikan dengan melonjaknya brand pariwisata Wonderful Indonesia dari NA (not available) menjadi ranking 47 besar dunia. Mengalahkan Truly Asia Malaysia 96 dan Amazing Thailand 83.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ramadhan Jazz Festival 2017 Kembali Digelar 9-10 Juni 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Menyambut Pesona Ramadan 2017, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), WartaJazz siap menggelar acara Ramadan Jazz Festival 2017 (RJF) yang akan dilaksanakan di Plaza Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta pada tanggal 9 hingga 10 Juni 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengapresiasi gelaran Ramadan Jazz Festiva. Kata Esthy, acara tersebut sangat bagus karena sebagai upaya untuk memanjakan wisatawan ke Jakarta disaat bulan suci Ramadan.

“Ini juga sudah menjadi kalender tahunan, dan juga banyak pengemarnya dari luar negri terutama negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Ini harus dipromosikan dengan baik,”ujar Esthy.

Menurut Esthy, RJF 2017 memang belum setenar Java Jazz Festival yang sudah mendunia. Pamornya belum sedahsyat New Orleans Jazz di Amerika Serikat. Namun, soal kemasan RJF 2017 tak kalah glamornya.

“RJF kali ini merupakan sebuah program Jazz yang memperkaya khasanah musik (jazz) dunia. Dalam acara Ramadhan Jazz Festival tahun ini ditargetkan, akan mendatangkan lebih banyak partisipan dan pengunjung serta dihadiri oleh tokoh- tokoh ternama, baik dari pengisi acara, tokoh politik, masyarakat, serta duta besar dari negara- negara sahabat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ramadhan Jazz Festival 2017 Derisman Nugraha mengatakan, bahwa sebelum acara utama, akan digelar beberapa rangkaian acara bertajuk Youth Creative Exhibition yang bertempat di Taman Menteng pada 3 Juni 2017.

“Selama acara berlangsung akan ada audisi band, Tari Saman dan pameran seni yang nantinya ditampilkan pada acara utama. Selain itu akan ada pula remaja masjid yang peduli terhadap pendidikan dan isu sosial. Sambi melihat musik festival ini juga mampu menciptakan wadah untuk menunjang sarana dan prasarana demi terciptanya pendidikan yang baik di bulan yang suci ini,” ucapnya.

RJF 2017 ini sebagai upaya untuk meramaikan bulan Ramadan dengan kegiatan sosial yang bersifat edukatif. Selain kegiatan sosial yang dikemas dengan festival musik, Ramadan Jazz Festival juga tak melupakan unsur dakwah di dalamnya. “Terdapat rasa kepuasan yang berbeda setiap menjalankan Ramadhan Jazz Festival ini setiap tahunnya. Saya banyak belajar dari sini dan merasakan bahwa pertolongan Allah SWT itu nyata,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim, dan bagi gelaran Ramadan Jazz Festival 2017 selamat menggelar acara festival tersebut.

Menpar Arief meyakini jumlah wisatawan khususnya wisatawan muslim akan banyak datang ke Indonesia saat Ramadan nanti. Dia berharap setiap destinasi juga sudah menyusun sejumlah agenda dan festival selama Ramadan.

“Indonesia menjadi negara kedua terbaik sebagai destinasi Ramadan. Apalagi tahun ini Ramadan jatuh pada bulan Mei-Juni di mana negara Timur Tengah sedang dilanda suhu panas 40-50 derajat celcius. Kalau bicara negara Timur Tengah di sana sedang panas dan di luar kadang-kadang siangnya 18 jam. Kalau ke Indonesia kan bisa lebih nyaman, jadi selamat datang di Indonesia,” ujar pria asli Banyuwangi itu. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sambut PKB 2017, Badung Siapkan Tarian Surfing dan Makotek

BALIPORTALNEWS.COM, BALI – Sebanyak 500 seniman asal kabupaten Badung, Bali, ikut ambil bagian memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan berlangsung sebulan penuh, 10 Juni hingga 8 Juli 2017. “Ini adalah pesta kesenian yang terbesar, paling lama, paling konsisten di Bali,” kata Menpar Arief Yahya dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI.

Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudataan Kabupaten Badung yang dipimpin oleh Ida Bagus Anom Bhasma bahwa Badung akan menyambut PKB 2017 dengan semangat tinggi.

“Mereka mempersiapkan 500 seniman untuk menyambut PKB dengan menyuguhkan dua jenis kesenian, ini akan menjadi daya tarik tersendiri di ajang PKB 2017 nanti,” ujar pria yang biasa disapa Agung itu.

Lebih lanjut Kadis menambahkan, Badung akan menebarkan pesona dengan menggelar kesenian pertama yakni tarian surfing dari Desa Legian dan Mekotek yang telah menjadi ciri khas daerah tersebut.

”Kami tentu berharap ini mampu memukau pengunjung dan wisatawan yang hadir dalam acara PKB yang berlangsung di Taman Budaya Denpasar. Ini adalah kesenian spesial yang berkaitan dengan air yang akan ditampilkan dalam pawai pembukaan,” katanya.

Sementara untuk Mekotek, imbuh Agung, kesenian yang berasal dari Desa Munggu ini sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda bahkan Agung percaya bisa didaftarkan ke Unesco.

Sekadar informasi, Mekotek salah satu tradisi tolak bala dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, akan di tampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017. Mekotek merupakan warisan leluhur yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali pada Sabtu Kliwon Kuningan tepat di hari raya Kuningan.

Seperti diketahui, PKB 2017 akan dilaksankan selama sebulan penuh dan akan banyak kesenian yang akan ditampilkan. Sekadar informasi, perhelatan tahunan PKB 2016 yang lalu, Pemkab Badung melibatkan sedikitnya ada sekitar 3000 orang seniman.

Pihaknya juga menampilkan seni rekonstruksi yakni Arja Cupak Gerantang dari Banjar Blumbang, desa Penarungan Mengwi. Kata dia, seni Arja Cupak ini sempat berjaya dimasanya, namun seiringan perjalanan waktu Arja ini sempat redup.

Pihaknya berharap, seluruh seniman yang terlibat dapat memberikan hasil yang baik dengan memberikan penampilan yang maksimal. “Kami memberikan apresiasi kepada semua seniman yang akan tampil di ajang PKB, semoga memberikan yang maksimal dan menujukan kreativitasnya,” pungkasnya.

Agung mengatakan, biasanya perhelatan PKB 2017 akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pesta kesenian ini diikuti sembilan kabupaten kota se-Bali serta daerah sekitarnya seperti Banyuwangi (Jawa Timur) dan Nusa Tenggara Timur.

Agung menyebutkan Bali merupakan pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang paling strategis. Sedikitnya 40 persen dari seluruh wisman masuk via Bali, 30 persen via Jakarta dan 20 persen via Kepulauan Riau.

Pria berbadan kekar itu juga menambahkan dalam PKB, ada banyak kegiatan yang bakal disajikan untuk menarik minat wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Agung juga menjelaskan kegiatan ini adalah bagian dari usaha menjaga peradaban Bali. PKB merupakan wadah penggalian, pelestarian, dan pengembangan seni budaya Bali.

“Kekuatan Bali sebagai destinasi wisata adalah budaya. Kalau tidak dipertahankan, dikembangkan, dilestarikan, ini akan bahaya buat masa depan Bali. Kami ingin para pelaku seni yang ada di Bali selalu berinovasi dan selalu memberikan kreatifitas-kreatifitas terbaik yang mereka miliki,” tambah Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dalam acara yang berlangsung selama sebulan tersebut, pengunjung dapat menyaksikan teater Bali modern, festival kuliner khas daerah maupun makanan ringan, pertunjukan musik, serta tari-tarian kontemporer. (r/bpn)

Yuk, Beriwisata ke Pulau Giliyang yang Memiliki Kualitas Oksigen Terbaik Dunia

BALIPORTALNEWS.COM, SUMENEP –  Selain Pulau Giligenting yang jadi andalan Kabupaten Sumenep dengan pantainya yang mempesona, Pulau Giliyang juga punya daya pikat sebagai wisata kesehatan.

Pasalnya, pulau tersebut memiliki kadar oksigen yang sangat baik.
Hasil penelitiah LAPAN pada 2006, kadar oksigen berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. Bahkan pada tahun 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen.

“Banyak yang belum mengenal pulau ini kan? Silakan dicoba, menghirup okaigen terbaik di sana! Semampang #MudikPenuhPesona,” ajak Menpar Arief Yahya, yang sedang berada di Banyuwangi, seperti dilansir dari laman facebook Kemenpar.

Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abdul Kadir mengatakan, pada 2015 Pulau Giliyang sudah dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan. ‘’Karena itu kami saat ini konsentrasi untuk menambah pembangunan fasilitas di Giliyang,” katanya.

Kadir menegaskan,  Giliyang sangat berpotensi menjadi jujukan wisatawan. Karena kadar oksigen terbaik dunia ke dua setelah Yordania. Apalagi kini Pemkab sudah mencanangkan Visit Sumenep 2018. Salah satu yang tempat wisata yang dipasarkan adalah Pulau Giliyang.

Untuk infrastruktur sudah banyak perbaikan. Bahkan menurut Kadir, pembangunannya tergolong paling pesat disbanding pulau-pulau lain yang juga menjadi kawasan wisata. Pavingisasi sudah hampir menyentuh semua jalan desa. Demikian juga untuk homestay di rumah penduduk sudah dipersiapkan. ‘’Namun, kami masih perlu juga melakukan promosi besar-besaran, agar benar-benar layak jual,’’ katanya.

Pulau Giliyang sangat sesuai sebagai wisata untuk keluarga. Untuk mencapai ke Pulau Giliyang tidak perlu mengeluarkan budget yang dalam. Untuk menuju ke Pulau Giliyang, pengunjung menuju ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Banyak Mobil Penumpang Umum (MPU) yang ada setiap saat dari kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek, tarifnya bisa mencapati Rp 20 ribu.

Tapi bila menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, pengunjung bisa menitipkannya di rumah warga tak jauh dari Pelabuhan Dungkek. Soal keamanan, terjamin. Di pelabuhan juga dekat dengan Mapolsek Dungkek.

Dari pelabuhan Dungkek menuju Pulau Giliyang, sudah banyak perahu motor milik nelayan yang menunggu kedatangan anda, tarif untuk reguler hanya Rp 15 Ribu per orang. Perahu reguler berangkat pada pukul 10.00 Wib.
Bila datang dengan rombongan besar, pengunjung bisa menyewa perahu. Pulang-Pergi Rp 500 ribu dengan kapasitas perahu maksimal 30 orang. Tapi untuk rombongan kecil bisa menyewa perahu yang ukurannya lebih kecil, sekitar Rp 200 ribu.

Waktu tempuh pelabuhan Dungkek ke Pulau Giliyang antara 45 menit sampai 60 menit dalam kondisi cuaca normal. Setibanya di Pulau Giliyang, anda tinggal menyewa kendaraan di kawasan pelabuhan Pulau Giliyang untuk menuju titik oksigen terbaik di Desa Bancamara.

Bila pengunjung merasa punya banyak waktu untuk tinggal, maka pengunjung bisa bermalam di homestay yang menjadi satu dengan pemilik rumah. Pemiliki rumah akan menyiapkan pula sarapan pagi, bila menginap. Namun untuk keperluan kuliner, warga juga sudah menyiapkannya, meskipun belum ada kuliner istimewa di desa tersebut.

Selama berada di Pulaya Giliyang, pengunjung bisa menuju sejumlah destinasi wisata lainnya. Misalnya ke Gua di tepian pantai Giliyang. Ada sejumlah gua yang banyak dikunjungi wisatawan. Diantaranya 7 gua di Desa Banra’as, dan tiga gua di Desa Bancamara.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tradisi Mekotek Tak Jadi Tampil di PKB, Ini Sebabnya

BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA –  Tradisi Mekotek yang awalnya diagendakan tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 akhirnya kandas. Pasalnya, salah satu tradisi tolak bala dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung ini tidak sesuai dengan tema yang ditetapkan penyelenggara, yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Bhasma, membenarkan prihal tersebut. Penampilan tradisi Mekotek ini akan digantikan dengan pragmen Tari Tulak Tunggul. Tarian yang menggambarkan senderan air di Pura Taman Ayun ini kerap ditampilkan setiap piodalan atau hari raya di Pura Taman Ayun, Mengwi.

Kesenian sakral tersebut, sesuai dengan tema PKB 2017 yakni Ulun Danu yang artinya adalah Melestarikan Air Sumber Kehidupan. “Mekotekan tidak jadi (tampil –red), supaya tidak nyamplir (tidak sesuai). Kami ganti dengan pragmen Tari Tulak Punggul yang mengisahkan empelan di Pura Taman Ayun,” ungkap IB Anom Bhasma, Senin (29/5/2017).

Tari Tulak Punggul, kata IB Anom Bhasma akan ditampilkan dalam pawai bersamaan dengan Tari Surfing yang telah diagendakan tampil dalam pembukaan PKB pada 10 Juni mendatang. “Ini (Tari Tulak Punggul –red) tidak tampil dalam kegiatan rutin PKB, melainkan saat pawai pembukaan. Dalam pawai nanti kami akan melibatkan 800 seniman,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Badung mengikuti seluruh katagori yang ditetapkan panitia. Bahkan, pihaknya melibatkan sembilan ribu seniman tari maupun kerawitan yang didominasi kaula muda. “Kami melibatkan banyak anak muda dalam PKB kali ini, karena mereka nantinya sebagai generasi penerus yang mewariskan seni dan budaya yang ada di Badung,” katanya.

Terkait anggaran, pejabat asal Desa Taman, Abiansemal ini menyebutkan mencapai Rp 3 miliar. Pihak penyelenggara juga memberikan dukungan dana pembinaan sebesar Rp 250 juta. “Daya yang diberikan Pemprov Bali dilebur dengan daya yang kita anggarkan, setelah itu baru dibagi, tapi kami prioritaskan pada kesenian yang melibatkan orang banyak,” ucapnya seraya menambahkan akan memboyong 25 grup kesenian khas Gumi Keris. (bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sales Mission ke Italia, Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Eropa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Wakil Walikota Brescia Laura memberikan apreasiasi atas pelaksanaan sales mission yang dilakukan Pemkab Badung ke Brescia, Italia. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Ia pun menyerahkan buku Ensiklopedia Pariwisata Brescia kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Disparda) Badung I Made Badra, Minggu (1/10/2017).

Kegiatan sales mission pemkab Badung ke Brescia, Italia, telah berlangsung sejak Kamis (28/9) lalu dan berakhir hingga kemarin. Rombongan langsung dipimpin Bupati Giri Prasta didampingi Kadisparda Badung I Made Badra, Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah (BPBD) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya yang juga Ketua PHRI Badung. Rombongan diterima di kantor Walikota Brescia.

Selama di Brescia, serangkaian kegiatan promosi pariwisata sengaja digelar dengan mengundang stakeholder terkait di sana. Acara bertajuk Time to Love Bali-Italy serta Innaguration Brand Ambasador Tourism of Badung-Bali di Luxury La Sosta Restorant di Brescia, Italia, diikuti 60 undangan VIP. Acara yang dihelat Kamis (28/9) lalu tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Brescia Laura.

“Di dalam VIPs Dinner Business Meeting itu, Wakil Walikota Brescia Laura dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya khususnya kepada pemerintah Kabupaten Badung-Bali atas kerjasama yang baik ini,” ujar Kadisparda Badung I Made Badra, Minggu kemarin.

Setelah sambutan Wakil Walikota Brescia Laura, acara kemudian dilanjutkan dengan dialog tentang perkembangan pariwisata di Bali, khususnya di Badung. Termasuk, kata pejabat asal Kuta ini, situasi terkini Gunung Agung juga sempat jadi perbincangan. “Pada kunjungan itu, Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa kondisi Gunung Agung secara umum tidak mempengaruhi pariwisata, penerbangan normal seperti biasa, dan objek-objek wisata tetap aman untuk wisatawan. Karena wilayah yang kena dampak hanya radius 9-12 km,” kata Badra.

Masih diacara yang sama, dilakukan juga pengangkatan Giacomo Maiolini, sebagai Brand Ambassador Pariwisata. “Dia seorang pengusaha di bidang PH, juga bergerak bidang seni dan budaya dan punya pengaruh yang luas di Brescia, Milan. Jadi kita optimis bisa memberikan dampak yang positif dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan Italia ke Bali,” harap Badra yang juga mantan Kadisnakanlut Badung.

Kegiatan berikutnya yang dilakukan rombongan sales mission adalah Charity Dinner. Kegiatan ini dihadiri 1.000 tamu undangan. Bahkan turut hadir pada kesempatan tersebut, KBRI Roma Charles F. Hutapea.

“Diacara itu ditayangkan video Explore Badung, promosi pariwisata Badung. Ternyata  mendapatkan applause yang sangat meriah. Ini merupakan promosi yang luar biasa. Mudah-mudahan dengan ini mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan asal Italia ke Bali, karena saat ini wisatawan dari Italia masih rangking 5 dari Benoa Eropa yang berkunjung ke Bali, ke Badung khususnya,” tandas Badra. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kompetisi Lampion Warnai Wisata Batu di Malam Hari

BALIPORTALNEWS.COM, KOTA BATU – Inilah hari-hari  yang tepat bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu. Sejak 21 Juni lalu hingga 15 Juli 2017, setiap malam banyak pemandangan menarik di sudut-sudut Kota yang dijuluki Swiss kecil itu. Yakni, lampion warna warni dan dekorasi berbagai bentuk dan corak di sejumlah sudut gerbang kampung.

“Yang sedang #MudikPenuhPesona di Jatim atau Malang Raya, silakan ke Kota Batu!,” ajak Menpar Arief Yahya, seperti dilansir dari laman resmi Kemenpar.

Siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain?

Keberadaan  dekorasi menghiasi pintu masuk gapura di setiap RW yang letaknya di tepi jalan bukan tanpa sebab. Ini merupakan kompetisi menghias gapura bagi  RW yang berlokasi di tepi jalan. Kompetisi ini berhadiah total Rp 104 juta.

‘’Saya yakin even ini cukup memberikan warna baru bagi para wisata yang datang ke Kota Batu. Sehingga para wisatawan akan melihat suguhan menarik lainnya di Kota Batu,’’ kata Wali Kota Batu, Eddi Rumpoko.

Sebanyak 26 rukun warga (RW) yang berasal dari Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, dan Kecamatan Junrejo bersemangat untuk mengikuti lomba. Bahkan, Lomba Hias Kampung ini tidak hanya diikuti RW, melainkan juga kantor balai desa hingga kantor kecamatan.

Setiap RW memang menghadirkan berbagai corak dekorasi yang berbeda sesuai keinginan warga. Misalnya Warga RW 1 Kelurahan Dadaprejo tak mau ketinggalan dengan daerah lain untuk memoles kampungnya. Kampung yang terletak di pintu masuk Kota Batu dari arah Kota Malang itu dipoles menjadi kampung lampion mawar dengan lampu hias warna-warni.

Dekorasi itu dipajang di sepanjang kanan dan kiri jalan kampung. Sementara itu, pintu masuk gapura dipoles dengan bangunan mirip rumah. Dekorasi itu dikemas menjadi rumah wisata Lebaran paling nyaman dan aman. Yakni, sebagai simbol rumah yang siap menyambut wisa tawan layaknya pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga.

”Bangunan rumah itu diibaratkan, saat Lebaran banyak orang mudik dan kembali ke keluarga,” kata Lurah Dadaprejo Abdul Salam.  Dekorasi yang disuguhkan warga RW 1 itu memang cukup menarik. Maklum, biaya yang dikeluarkan juga cukup banyak, yakni mencapa Rp 7 juta.

Sementara itu salah satu anggota tim panitia, Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto mengungkapkan, event Lomba Hias Kampung nantinya harus mempersembahkan hasil yang terbaik untuk wisatawan. ”Wisatawan pun yang datang ke Kota Batu benar-benar terhibur,” bebernya.

Lomba itu memperebutkan hadiah Rp 104 juta. Khusus untuk RW disiapkan total hadiah sebesar Rp 51 juta. Penilaiannya bermacammacam. Seperti RW terheboh, terunik, terkreatif, terkompak, terinovasi, dan lain-lain. Hadiah Rp 3 juta disiapkan untuk setiap kategori.

Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Mendokarasi Gupura  lampion dengan indahnya di tepi jalan kampung dengan warna-warna terang saat siang dan malam hari. ”Warga memang sangat menyukai event ini, bahkan semua biaya memang hasil swadaya masyarakat,” ujar Lurah Dadaprejo Abdul Salam. Dengan mengangkat konsep lampion mawar, Desa Dadaprejo, RW 01, ini terlihat berbeda saat malam hari.

Lampion gurita raksasa yang bertengger di tengah salah satu sudut kampung dengan ditemani ikan-ikan raksasa. Tak hanya itu, adapula bangunan piramida yang berada di seberangnya lengkap dengan patung unta. ”Kami bangga dan sangat senang menyambut event ini, apalagi nanti banyak wisatawan yang mampir dan merasa senang dengan tampilan desa kami,” ujar Kepala Desa Sidomulyo Suharto.

Hiasan lampion lainnya dari Desa Dadaprejo RW 01, Kecamatan Junrejo. Selain di RW 01, warga RW 02 dan RW 03, Desa Dadaprejo, juga tak mau kalah dalam menghias kampungnya. Di dua RW tersebut menghias kampungnya dengan lampion dan obor sehingga ketika malam hari kampung tersebut terlihat semakin cantik.

Kepala Desa Dadaprejo Abdul Salam menyatakan, Lomba Hias Kampung ini tak sekadar hanya menjadi wadah guyub rukunnya warga. Tapi, juga bisa dijadikan wadah kreativitas warga dalam menghias kampung.

”Apalagi banyak warga yang mengaku senang bahwa Batu jadi jujukan wisatawan saat Lebaran,” imbuhnya. Selain itu, di Kelurahan Temas semangat warga untuk menghias kampungnya juga begitu tinggi. Seperti yang terlihat di Gang V Jalan Pattimura.

Di pintu masuk gang tersebut dihias dengan gapura berupa kubah masjid setinggi 4 meter yang tampak gagah berdiri menyambut Lebaran tahun ini. Warna-warna cerah tampak menghiasi bangunan gapura tersebut, seperti warna emas, biru laut, biru muda, dan hijau.

Salah satu pembuat desain, Sukarsono, menjelaskan bahwa tema yang diangkat yakni kebersamaan dalam Lebaran. ”Karena semua biaya merupakan swadaya masyarakat, kami ingin menceritakan bahwa gotong royong itu penting,” imbuhnya.

Bahkan, karena semangat itulah, warga desa dibagi tugas, di antaranya ada yang membuat hiasan ketupat dan obor. Selain Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, dan Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, menampilkan karya terbaiknya.

Dengan mengikutsertakan 9 RWnya, desa itu mengusung tema Timur Tengah dan dunia laut. Hal itu tampak dengan adanya bangunan semacam lampion gurita raksasa yang bertengger di salah satu sudut kampung dengan ditemani ikanikan raksasa.

Termasuk ada menara dan replika ketupat. Sementara itu, tema yang dipakai yakni ”Sambut Lebaran 1438 H Gemerlap Batu, Rumahku, Kotaku”.
Dalam kegiatan ini, ada sekitar 20 RW dari setiap kecamatan yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah total Rp 104 juta. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :