Gasing
Pertama di Bali, Buleleng Gelar Pelatihan Program Pandai Berhitung Metode Gasing. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Buleleng menjadi kabupaten pertama di Bali yang menggelar pelatihan Program Pandai Berhitung Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). Metode ini dikembangkan oleh Tokoh Sains dan Matematika Indonesia, Yohannes Surya.

Pelatihan kepada 32 guru peserta yang nantinya akan mengimbaskan kepada guru di seluruh Buleleng ini digelar di SD Negeri 3 Banjar Jawa dari tanggal 2 hingga 18 Oktober 2023. Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Gede Suyasa berkesempatan mendampingi Yohannes Surya mengunjungi pelatihan tersebut, Minggu (15/10/2023).

Ditemui usai kunjungan, Lihadnyana menjelaskan metode gasing ini merupakan suatu terobosan agar siswa tidak takut lagi belajar matematika. Paradigma tersebut saat ini dirubah bahwa belajar matematika itu gampang, mengasyikkan, dan menyenangkan. Untuk saat ini dilatih 32 guru yang nantinya menjadi pelatih bagi guru lain di seluruh Buleleng.

“Kemudian, seluruh guru di Buleleng akan menerapkan metode gasing ini kepada para siswa di sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Lihadnyana Dorong Pembangunan Kesehatan Berorientasi Sehat

Dalam konteks pembelajaran metode gasing ini, Buleleng menjadi kabupaten pertama di Bali yang melaksanakannya. Oleh karena itu, setelah pelatihan kepada 32 guru ini, dilanjutkan kepada seluruh guru di Buleleng. Pada bulan Desember 2023, seluruh guru tersebut telah selesai diberikan pelatihan. Setelah itu, pada 2024 metode gasing ini sudah diterapkan kepada seluruh siswa.

“Kita targetkan pertama di Bali untuk penerapan metode gasing ini. Karena menyandang Kota Pendidikan, memang sepantasnya kita memberikan perhatian khusus kepada hal-hal semacam ini,” ujar Lihadnyana.

Baca Juga :  Kolaborasi Program Desa dan Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Unmas Denpasar dalam Melaksanakan Blahbatuh Fullmoon sebagai Wadah Seniman di Desa Blahbatuh

Sementara itu, Yohannes Surya menyebutkan alasan kenapa Buleleng menjadi kabupaten pertama di Bali yang menyelenggarakan pelatihan metode gasing ini. Pertama adalah karena Buleleng dikenal sebagai Kota Pendidikan. Kedua, adalah Pj Bupatinya sangat responsif. Saat dirinya dipanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai program ini dihadapan kepala daerah lainnya, yang respon sangat cepat di Bali itu Kabupaten Buleleng.

“Jadinya kita dahulukan. Soalnya Presiden juga waktu itu mengatakan bahwa inisiatif harus datang dari kabupaten/kota. Jadi karena itu, siapa yang cepat responnya kita dahulukan,” sebutnya.

Setelah ini, pelatihan dilanjutkan oleh pemerintah daerah karena Buleleng sudah mempunyai 32 orang guru yang siap mengimbaskan kepada guru lain. Guru besar lulusan College of William and Mary, Amerika Serikat ini pun menyatakan tidak khawatir akan hal tersebut karena 32 guru ini bagus dan pasti bisa mengimbaskan kepada yang lain. Seperti di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara yang telah selesai melakukan penerapan metode gasing ini.

Baca Juga :  Atasi Blankspot, Pemkab Buleleng Ajukan 38 Titik Jaringan Internet

“Buleleng bisa menjadi kabupaten yang pertama di Bali selesai hingga ke tingkat siswanya juga. Makanya tadi targetnya kan Januari-Februari 2024 bisa diselesaikan. Seluruh anak di Buleleng sudah pantai berhitung. Gampang sekali indikatornya, anaknya dites saja,” imbuh Yohannes Surya. (adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News