Unud
Doktor Ilmu Kedokteran Buktikan Potensi Protein Rekombinan Suilysin dalam Penanganan Tuli Sensorineural Akibat Meningitis Suis. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertempat di ruang pertemuan Dr. A.A. Made Djelantik, Gedung FK Unud, Denpasar, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovenda, dr. Tjokorda Istri Pramitasuri, S.Ked., M.Biomed., dengan judul disertasi ‘Perubahan Kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor, Junctional Adhesion Molecule-C, Serta Indeks Myelin Regio Auditori Sentral Pada Otak Mencit BALB/C Yang Diinduksi Protein Rekombinan Suilysin’ pada Senin (10/7/2023)

Penelitian neurosains dunia terkait tuli sensorineural akibat meningitis S.suis saat ini berpusat pada identifikasi mekanisme patogenesis. Suilysin adalah satu-satunya faktor virulensi S.suis yang bersifat toksik terhadap sel epitel dan berpotensi tinggi menjadi kandidat target terapeutik dan vaksin potensial.

Baca Juga :  Ida Mahendra Jaya Ajak Masyarakat Ngrombo Wujudkan Desa Temesi Bersih dan Indah

“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran SLY dalam menyebabkan demyelinasi regio auditori sentral pada otak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laboratory Descriptive Explorative Design dan True Experimental,”ucap Tjokorda Istri Pramitasuri.

Penelitian dilaksanakan selama 18 bulan, dimulai dengan konstruksi protein rekombinan Suilysin (rSLY), dilanjutkan dengan penentuan dosis, injeksi intrakranial rSLY pada mencit BALB/c, pengukuran kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dan Junctional Adhesion Molecule-C (JAM-C) dengan uji ELISA, dan identifikasi indeks myelin regio Cochlear Nucleus, Superior Olivary Complex, Medial Geniculate Nucleus, dan Inferior Coliculus pada otak mencit BALB/c dengan pewarnaan Luxol Fast Blue.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Umumkan Pemenang Regional Kontes Layanan Honda Nasional 2024

Sebelum diuji dalam sidang terbuka promosi doktor, hasil penelitian ini telah dipresentasikan di Imperial College London, United Kingdom, dengan supervisi Prof. Andrew SC Rice, MD, FRCP, FRCA, FFPMRCA, FFPMCAI pada bulan Januari 2023.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata kadar BDNF pada kelompok kontrol nyata lebih tinggi (p=0,02) dibandingkan pada kelompok Suilysin High Dose (SHD). Rerata kadar JAM-C pada kelompok kontrol lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok SHD dan Suilysin Low Dose (SLD), dengan perbedaan rerata terbesar didapatkan pada kelompok kontrol dan SHD. Indeks myelin di keempat regio otak mencit pada kelompok kontrol lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok SHD.

Baca Juga :  Kinerja Penjualan Eceran di Bali Meningkat di Maret 2024

Penelitian ini telah menghasilkan kebaharuan berupa keberhasilan pembuatan protein rekombinan rSLY dan pemberian protein rSLY secara intrakranial menurunkan kadar BDNF, JAM-C, serta indeks myelin pada keempat regio auditori sentral otak Mus musculus strain BALB/c. Hasil penelitian ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai data dasar dalam studi selanjutnya mengenai SLY sebagai target terapeutik dan neuroproteksi tuli sensorineural pasca meningitis S. suis.

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Tjokorda Istri Pramitasuri, S.Ked., M.Biomed., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 390 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat cumlaude. (unud.ac.id/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News