mempertemukan kedua anggota DPRD Kabupaten Buleleng
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna (tengah) saat mempertemukan kedua anggota DPRD Kabupaten Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Baru – baru ini dua anggota DPRD Kabupaten Buleleng dikabarkan sempat bersitegang saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Kabupaten Bangli, Selasa lalu. Namun hal itu ternyata hanya candaan dan dianggap serius staff disana.

Saat dikonfirmasi, Rabu (1/3/2023) Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dimana kedua anggota itu diantaranya Ketua Fraksi Golkar, I Nyoman Gede Wandira Adi dengan Ketua Fraksi Demokrat-Perindo, Kadek Sumardika.

Lebih lanjut, Supriatna mengatakan, jika peristiwa itu hanya kesalah pahaman semata, dimana dirinya telah mempertemukan keduanya untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut agar tidak membias. Tampak dari raut wajah keduanya tidak ada dendam atau permasalahan yang berarti.

“Sebenarnya tidak ada persoalan serius, bisa dilihat mereka berdua ketawa-ketawa aja. Cuma karena terbiasa bercanda dan ngomongnya keras mungkin dianggap ada perselisihan yang serius,” ungkap Supriatna.

Baca Juga :  Pria 80 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai, Keluarga Sempat Bikin Upacara

Sementara, Wandira menyampaikan, bahwa saat itu dirinya hanya berniat membuat candaan kepada Sumardika lantaran raut wajahnya yang masih terlihat tegang, mengingat diskusi terkait hasil konsultasi ke Biro Hukum Provinsi Bali sudah selesai. Namun candaan tersebut ternyata dinilai terlalu berlebihan.

“Saya hanya berniat bercanda karena tau dia tegang. Sedikitpun tidak ada unsur emosi. Jika dilihat dari vidio itu mungkin kesannya berbeda apalagi ada staf yang megangin. Padahal itu hanya bercanda saja,” jelas Wandira.

Selain itu, Wandira malah melanjutkan candaannya dengan berkata Dek adi tenget ti sebenge aengan ken ambulan Mai pesu meli be guling (Dek kok seram begitu raut wajahnya seperti ambulan, yuk keluar beli nasi babi guling). Hal itu sontak direspon Sumardika dengan menggerutu sembari menunjuk-nunjuk.

Disamping itu, Sumardika mengaku saat itu diskusi kemarin berkaitan dengan fraksinya, sehingga dirinya sangat menjaga nama baik lembaga. Jadi hal tersebut terjadi karena kesalah pahaman semata saja, apalagi saat itu dirinya merespon perkataan Wandira sembari menunjuk-nunjuk dan dipegangi oleh staff disana.

“Mungkin di dengar teman-teman di Bangli seperti bersitegang, tapi karena bahasa kita beda jadi penerimaannya berbeda juga,” ucap Sumardika.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News