Pengendalian
Semakin Baik, Pengendalian Internal Pemkab Buleleng Level 3 Menurut BPKP. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng berjalan semakin baik. Saat ini, SPIP Pemkab Buleleng sudah ditetapkan menjadi level 3 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai adalah badan yang memembina SPIP baik pada K/L maupun Pemerintah Daerah.

Hal tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) SPIP Terintegrasi Pada Pemerintah Kabupaten Buleleng di Hotel Banyualit, Selasa (13/12/2022).

SPIP merupakan sistem yang memastikan organisasi melakukan pengendalian atas segala kemungkinan yang akan menghambat pencapaian sasaran organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

SPIP Kabupaten Buleleng yang ditetapkan dalam level 3, bermakna bahwa Pemkab Buleleng telah melaksanakan praktik pengendalian intern dengan baik, namun dokumentasi atas evaluasi pengendalian intern belum dilakukan secara memadai. Menurut Suyasa, SPIP terintegrasi ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan banyak hal lain. Jika bergerak dalam satu sisi saja, penilaian SPIP akan berpengaruh. Oleh karena itu, Ia berharap seluruh pimpinan SKPD mengikuti Bimtek SPIP ini dengan baik. Dirinya juga bersyukur bahwa BPKP telah menetapkan SPIP Pemkab Buleleng pada level 3.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Buleleng Paparkan Strategi Pengendalian Inflasi di Hadapan Mendagri

“Tidak mudah untuk meningkatkan, tahun lalu masih dua saat ini sudah level 3. Nanti MCP kita akan terdongkrak lebih baik,” ungkapnya.

Suyasa memaparkan, SPIP ini juga berkaitan dengan nilai dari Monitoring Center for Prevention (MCP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Saat ini, nilai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) daerah yang berada di bawah Inspektorat masih rendah dalam penilaian MCP Pemkab Buleleng tahun 2022. Salah satu penyebab masih rendahnya nilai APIP Buleleng adalah kurangnya jumlah auditor. Hal ini akan dipenuhi bertahap dengan pengadaan pada penerimaan PNS maupun PPPK pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  Upaya Polsek Busungbiu Cegah Narkoba dan Barang-barang Berbahaya

“Tapi kita bersyukur dengan adanya level 3 SPIP kita, jadi bisa didongkrak nilai MCP nya sehingga bisa tidak turun dari tahun lalu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyasa menyampaikan bahwa Bimtek SPIP ditujukan agar mampu memahami lebih baik. Dengan pemahaman yang semakin baik, diharapkan tata kelola pemerintahan bisa dilakukan dengan semakin baik. Sehingga manfaatnya kepada publik dalam bentuk pelayanan publik yang semakin prima. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pokok pemerintah yakni mewujudkan tata kelola dan pelayanan publik.

“Kita tidak hanya mengejar tata kelola untuk mengejar piagam dan sertifikat. Tetapi apakah pemerintah dengan tata kelola yang baik bisa memberi pelayanan publik yang baik. Karena tujuan pemerintahan adalah kesejahteraan rakyat. Setiap kegiatan kita harus punya orientasi jelas ke depan bagaimana pemerintah hadir di dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini