Start up
Start up dan Inovasi Riset Kolaborasi Handal Mengembangkan Sumber Daya Manusia. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Simposium Nasional Riset dan Abdimas Inovatif Berkelanjutan, dengan menggabungkan agenda rutin tahunan Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SENASTEK) IX dengan Seminar Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (SENASDIMAS) yang baru dilaksanakan pertama kali pada tahun 2022 ini dilaksanakan di The Patra Resort & Villas pada tanggal 29 November – 1 Desember.

Acara ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM UNUD) yang dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana yang sekaligus membuka acara, Ketua dan Sekertaris LPPM, dan yang pada kesempatan ini, salah satu keynote speaker yang diundang adalah Narendra Wicaksono, seorang founder dan CEO dari Dicoding, sebuah platform pendidikan untuk software developer Indonesia yang terdiri dari Academy, Challenges, Events, dan Job Platforms.

Baca Juga :  Canangkan Lulus Tanpa Sidang Skripsi, FKH Unud Gelar Lokakarya Revisi Pedoman Proposal Penelitian dan Skripsi

Ketertarikannya dengan bidang IT membuat Narendra menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Informatika ITB, bahkan sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika ITB.

Kegiatan itu yang membuat Narendra terpilih menjadi Microsoft Student Partner yang kemudian dipilih oleh Developer Evangelist Microsoft, dan bahkan mampu memenangkan Imagine Cup Regional Indonesia, kompetisi yang diadakan oleh Mocrosoft dengan tujuan mengembangkan keterampilan mahasiswa dari seluruh dunia di bidang teknologi.

Dengan pengalaman dan prestasi seperti itu, selepas lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Narenda direkrut dan mendapat pengalaman di Microsoft dan Nokia dengan jabatan sebagai Business Development Manager dan Technical Evangelist. Kemudian, Narendra mengembangkan Dicoding, sebuah platform untuk menampung developer dengan tujuan mengembangkan teknologi pendidikan di Indonesia.

Ketika diwawancari di sela–sela kegiatan simposium nasional, Narendra akan menyampaikan materi tentang bagaimana cara membuat sebuah Start Up berbasis inovasi riset. Menurutnya, Start Up merupakan sebuah perusahaan rintisan yang harus fleksibel dalam mencari traksi, sehingga Start Up dan inovasi riset menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Baca Juga :  Lokakarya dan Tindak Lanjut Tracer Study Fakultas Hukum Universitas Udayana Tahun 2022

“acara ini sangat akan sangat baik jika bisa menggabungkan inovator–inovator yang ada, saling berdiskusi dan saling meng–update informasi dan tren serta berkolaborasi agar inovasi-inovasi ini dapat menjadi sebuah produk atau Start Up yang memiliki manfaat terhadap masyarakat Indonesia umumnya dan Bali khususnya,” pungkasnya.(unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini