Janda Bolong
Janda Bolong. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Janda Bolong atau Monstera Adansoni Variegata, adalah jenis tanaman hias dari famili Araceae yang sejak pekan lalu menjadi viral di media sosial. Selain karena bentuknya yang unik, yakni daun berlubang-lubang dengan pola yang teratur, harga tanaman ini juga tergolong fantastis sehingga disebut tanaman hias “sultan”. Dari penelusuran di beberapa online shop, harganya berkisar Rp6 juta hingga Rp150 juta per potnya.

Lalu, bagaimana di Bali? Pemilik Lana Garden di Jl. Hayam Wuruk Denpasar, Lana Karya mengatakan peminat jenis tanaman hias ini khususnya di Kota Denpasar belum seramai di Jakarta.

“Sehingga harga tanaman ini tidaklah menembus angka jutaan per potnya, bahkan sampai saat ini harga Janda Bolong masih normal,” jelasnya.

Ditambahkannya, harga tanaman yang biasanya digunakan sebagai dekorasi di dalam ruangan ini berkisar Rp25 ribu sampai Rp300 ribu, itupun sudah lengkap dengan pot dan pupuknya.

Menurut Lana, penggemar tanaman hias tampaknya kurang tertarik menjadikan tanaman ini sebagai koleksi. Alhasil, tanaman Janda Bolong ini lebih sering dipesan oleh industri pariwisata seperti hotel, vila dan restoran.

Baca Juga :  Polda Bali dan BBPOM Amankan Ribuan Tablet Obat Ilegal

Pemilik Sekar Florish, Ngurah Suhendra juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, penggemar tanaman hias di Denpasar tampaknya belum begitu terpincut dengan tanaman yang satu ini.

“Dominan masih mengoleksi jenis tanaman hias yang harganya tidak terlalu mahal,” jelasnya.

Terlebih dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, permintaan tanaman hias jenis Monstera Adansoni ini juga mengalami penurunan karena banyak hotel/vila yang tutup. Saat ini jumlah pesanan rata-rata per minggu hanya 50 pot, menurun tajam jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi yang mencapai di atas 200 pot ukuran kecil.

“Sekarang yang pesan hanya dari kalangan perorangan, itupun jumlahnya paling banyak 5 pot dengan harga Rp25 ribu sampai Rp70 ribu per pot,” ungkapnya.

Penggemar tanaman hias yang tinggal di kawasan Denpasar Barat, Nanda Saraswati mengaku tidak tertarik untuk membeli Monstera Adansoni. “Bukan karena harganya mahal. Selain tidak terlalu suka dengan bentuknya, saya prediksi nantinya tanaman ini bernasib sama dengan Gelombang Cinta yang tenggelam seiring berubahnya tren,” papar Nanda yang mengaku pernah membeli Gelombang Cinta seharga Rp25 juta ini.(agni/bpn)

Silahkan Berkomentar

Please enter your comment!
Please enter your name here