Baliportalnews.com
Selalu terhubung dengan kami.

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Jenis motor custom sangat diminati oleh berbagai kalangan di Bali, terutama para pehobi motor modifikasi. Walhasil, perkembangan modifikasi motor di Bali atau dikenal Custom Culture sangat pesat. Tak hanya bengkel modifikasi, dealer pun mulai menyediakan motor custom sebagai pilihan bagi konsumen.

Baca Juga :  Festival of 3, Pesta Promo Untuk BMW Seri 3

Athanasius Ketut Hargunanto, pemilik bengkel modifikasi Pro Tuner Bali yang berlokasi di Jalan Raya Kerobokan No. 86A Kuta, Badung mengatakan, saat ini tren modifikasi sepeda motor tidak hanya diminati oleh kalangan perorangan, namun juga dealer. “Sehingga motor yang kami modif saat ini, tidak sebatas motor lama, namun juga motor baru,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini dealer sengaja menyediakan jenis motor modifikasi karena adanya permintaan pelanggan. Selain itu tren penjualan motor tidak terpaku pada jenis motor yang dikeluarkan oleh pabrik saja. Namun demikian, jenis modifikasi dealer ini tidak terlalu extrem, karena sudah memiliki konsep tersendiri.

“Tren klasik masih menjadi tema utama dalam modifikasi sepeda motor dari dealer ini, sehingga jenis modifikasi yang dilakukan hanya pada sisi tampilan luar, mulai dari pergantian warna motor dengan beberapa warna yang menjadi tren seperti kuning keemasan, hitam dop dan abu-abu metalik,” katanya.

Selain itu, modifikasi juga dilakukan untuk pergantian suspensi, ban, bentuk stang, kulit jok dan lampu. “Untuk jenis motor baru, kami tidak menyarankan untuk bermain modifikasi di mesin, karena akan mempengaruhi garansi,” jelasnya.

Ditambahkannya, pengerjaan modifikasi motor ini memakan waktu hingga tiga minggu. Proses yang paling lama adalah pengecatan, karena proses ini saja bisa dilakukan hingga seminggu lebih, tergantung kombinasi warna yang digunakan.

Ketut mengakui hampir seluruh dealer sepeda motor di Bali melakukan modifikasi di bengkelnya. “Bahkan, ada yang sampai puluhan motor per bulannya,” ungkapnya.

Untuk biaya pengerjaan dipatok Rp 15-20 juta per unit, tergantung jenis aksesoris dan modifikasinya. “Ini bukan modifikasi extrem, jadi tidak perlu banyak penanganan dan waktu, begitu juga aksesorisnya masih standar,” tutupnya.(agni/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News