Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Kontrasepsi pil merupakan metode kontrasepsi terbanyak kedua setelah suntik yang digunakan akseptor KB aktif di Indonesia. Data Profil Kesehatan Indonesia, 2015 mencatat sebanyak 23,58% masyarakat memakai kontrasepsi pil sebagai pilihan dalam ber-KB.Kendati begitu, masih banyak pengguna KB pil yang belum memiliki  pengetahuan pengguna yang memadahi terhadap KB pil yang digunakan.

“Dari penelitian sebelumnya diketahui lebih dari 60% pengguna KB pil  mengalami gagal paham tentang instruksi yang disampaikan tenaga kesehatan,”kata Ineke Wijayanti, mahasiswi program D4 Kebidanan Sekolah Vokasi UGM, Kamis (15/6/2017) di UGM.

Kondisi tersebut kebanyakan terjadi akibat penyampaian informasi yang kurang lengkap, menggunakan istilah-istilah medis yang sulit dipahami, dan banyaknya instruksi yang harus diingat pengguna KB pil. Oleh karena itu, kualitas pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) sangat menentukan keberhasilan pengguna KB pil dalam menjalankan program keluarga berencana.

Ineke menyebutkan keterampilan memberikan KIE yang berkualitas oleh tenaga profesional kesehatan harus dilatih sejak menjalani pendidikan. Keterampilan tersebut dapat diasah dengan mengunakan alat peraga dalam mengkomunikasikan, menginformasikan, serta mengedukasi pengguna.

Baca Juga :  Sambut Asian Games 2018, Palembang Bikin Kampoeng Warno-Warni

“Sayangnya sampai saat ini alat peraga yang digunakan untuk konseling belum tersedia. Hal ini membatasi calon tenaga kesehatan termasuk mahasiswa untuk berlatih menggunakan alat peraga dalam meberikan KIE,” paparnya.

Berawal dari permasalahan tersebut Ineke bersama tiga rekannya dari D4 Kebidanan Sekolah Vokasi yaitu Nabila Aulia, Binta FN, dan Puput Ayu W mencari solusi dengan membuat alat peraga Miniatur Kontrasepsi Pil (Mikopil).  Alat peraga ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan dosen pembimbing Diah Wulandari, M.Keb.

Baca Juga :  Terpeleset Lalu Tertimpa Batu, Betis Bule Amerika Putus 

Ineke mengatakan bahwa sebagai tenaga kesehatan, terutama bidan harus terampil dan sukses ketika memberikan konseling KB. Hadirnya Mikopil ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk memudahkan tenaga kesehatan dan mahasiswa kesehatan dalam berlatih memberikan konseling KB pil.

“Alat peraga ini kami desain menyerupai pil yang sebenarnya,”terangnya.

Mikopil dilengkapi dengan boneka berbentuk anatomi rahim agar memudahkan pengguna KB pil memahami cara kerja KB pil pada tubuh wanita. Bentuknya yang simpel dan tidak terlalu besar juga memudahkan untuk dibawa kemana saja.

Baca Juga :  Aplikasi Cari-Kos.com Permudah Pencarian Tempat Kost

Saat ini produk sudah hadir di pasaran. Satu produk Mikopil dijual dengan harga Rp. 45 ribu. Bagi Anda yang berminat dapat memesan produk ini melalui Facebook: Mikopil UGM, Instagram: mikopil_ugm, Whatsapp: 085717571728, dan OA LINE @tjg2747m. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :