Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Penilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Provinsi Bali melaksanakan penilaian terhadap Pokdarwis Desa Tista, di Wantilan Desa Tista, Kerambitan, Tabanan, Rabu (17/5/2017). Pokdarwis Desa Tista terpilih mewakili Kabupaten Tabanan ke tingkat provinsi.

Kedatangan tim penilai disambut Staf Ahli Made Sudarya, Kepala Dinas Pariwisata I Made Yasa, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Pokdarwis Desa Tista, I Nyoman Sangka, menjelaskan bahwa Pokdariwis Desa Tista yang berdiri pada 16 April 2016 atas prakarsa Mahasiswa KKN dari Universitas Udayana, yang ketika itu mengadakan penelitian tentang potensi pariwisata di Desa Tista.

Potensi itu, di antaranya pariwisata. Desa Tista juga memiliki beragam potensi lainnya, seperti potensi seni budaya dan kuliner. “Di bidang kesenian dan budaya, kami memiliki kesenian andir, calon arang, jogged bumbung, dan sekaa santi. Kami juga memilki potensi spiritual, yaitu pura beji, batu gede, dan yoga seruling dewata yang merupakan peninggalan asli Bali. Untuk wisata kuliner ada aneka ragam jajanan bali, seperti apem, jajan kaliadrem, donat ubi, bakso lele tista, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Tabanan Resmikan Prasasti di Pura Kahyangan Bale Agung Desa Adat Mongan

Sementara Tim Penilai Pokdarwis Provinsi Bali, Ayu Indrayani, yang juga Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Provinsi Bali, menyebut pokdarwis adalah suatu organisasi yang dibentuk di suatu destinasi wisata, yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pariwisata di daerahnya. Diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan pariwisata.

“Untuk mengaktifkan tugas dan fungsi kelompok sadar wisata dan peran sertanya dalam meningkatkan pembangunan pariwisata Bali, maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk memotivasi ke arah itu. Salah satunya adalah melalui lomba pokdarwis seperti ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, PUPR Denpasar Rutin Bersihkan Sampah di Sungai

Dikatakan, salah satu tujuan lomba ini adalah agar kelompok sadar wisata dapat memahami dan mampu mewujudkan konsep sadar wisata, dan prinsip prinsip sapta pesona. Menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mencintai tanah airnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :