BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar  terus berupaya untuk melestarikan keberadaan subak di Kota Denpasar. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari memberikan bantuan kepada para petani sampai penataan subak sebagai ekowisata. Seperti salah satunya subak sembung, subak kerdung menjadi daerak ekowisati.

Saat ini Pemkot Denpasar kembali melestarikan subak Anggabaya menjadi subak Program  Kampung Iklim (Proklim) dengan melakukan penanaman 150 pohon langka. Demikian disampaikan Kadis Dinas Lingkungan Hidup dankebersihan kota Denpasar (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada saat melakukan penanaman pohon langka Jumat (26/5/2017) di Subak Anggabaya Penatih. Penanaman pohon ini melibatkan Lurah Penatih, Pekaseh dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pencuri Mesin Traktor Didor Tim Buser Polres Badung

Lebih lanjut Wisada menambahkan dampak perubahan iklim di dunia menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan hijau. Namun tantangan tersebut bisa menjadi peluang untuk mewujudkan ruang terbuka hijau kota dengan konsep smart city dan heritage city.

“Perubahan iklim yang terjadi bisa kita jadikan sebagai peluang untuk mewujudkan tata ruang terbuka hijau. Termasuk salah satu untuk melestarikan subak yang ada di Kota Denpasar,” ujarnya.

Untuk mewujudkan ruang terbuka hijau dapat dilakukan melalui pemeliharaan lingkungan dilakukan melaluiupaya konservasi sumber daya alam. Termasuk juga melakukan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatansecara lestari, pencadangan sumber daya alam dan pelestarian fungsi atmosfer.

Baca Juga :  Komunitas Motor 2 Tak Bali Akan Gelar Temu Kangen di Kawasan Danau Buyan 

Menurut Wisada Proklim merupakan program yang berskala nasional untuk gerakan nasional pengendalian perubahan iklim yang berbasismasyarakat. Disamping melaksanakan Proklim juga dilaksanakan  Taman Kehati  yang merupakan suatukawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal diluar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasidan penyerbukan, pemencaran biji tumbuhan dibantu oleh satwa penyerbuk dan pemencar biji. Taman Kehatimemiliki fungsi utama melestarikan jenis dan variasi genetic tumbuhan langka dan endemik.

Wisada menambahkan program ini diharapkan masyarakat dapat mendapatkan manfaat ecologi, ekonomi,  edukasi sosial dan budaya dan kedepannya dapat menjadi lokasi pengembangan pelestarian lingkungan sehinggamenjadi desa yang mempunyai kawasan taman kehati dan Proklim. Hal ini diharapkan dapat bermanfaat darigenerasi ke generasi sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.ohon langka yang ditanam menurut Wisada sebanyak 150 pohon langka jenis badung, cempaka putih, cempakakuning, duku, jeruk bali, kelapa bulan, kelapa gadang, kelapa gaiing, kelapa sudamala,kelapa udang, klecung,kepundung, majegau, mundeh, nagasari, pinang, rijasa, sandat bali, sawo kecik, sentul, manggis, waning umpen,cempaka gondok, jeleket, katu lampa, juwet, kaliasem gahru, ganitri, siulan, jeruk tejakula, salak gula pasir,mangga dan kayu putih. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :