Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Pengendara sepeda motor Honda Vario nopol DK 4583 DH, Paul Saladin (50), dan yang dibonceng, Sladi (48), adalah korban tewas terakhir saat menjelang Operasi Patuh Agung (OPA) 2017 berakhir di Tabanan. Mereka tewas dengan kondisi luka mengeaskan, setelah tabrakan dengan truk Mitsubishi nopol P 8462 UB, Senin (22/5/2017) petang.

Lakalantas tersebut terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk Km 45.700, tepatnya di Banjar Payan, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg.

Pengendara Vario asal Jember yang beralamat di Jalan Nyangyang Sari No. 18 Kuta, Badung, mengalami remuk kaki kanan, luka robek di kepala dan diduga meninggal di TKP. Yang dibonceng, Sladi, juga asal Jember, mengalami luka di kepala, keluar darah dari hidung dan mulut, juga diduga meninggal di TKP. Sementara sopir truk, Ari Sodik (29) beralamat di Situbondo, dan penumpangnya, Ponirin (43) asal Jember, dalam keadaan selamat.

Dari olah TPTKP anggota Unit Lantas Polsek Selemadeg, lakalantas itu berawal ketika Vario meluncur dari barat jurusan Gilimanuk ke Denpasar. Saat melintasi jalan turunan dan berlubang, pemotor tersebut tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sehingga melewati marka as jalan dan haluan ke kanan.

Baca Juga :  BBM Ajak Kreator dan Ilustrator Indonesia untuk Unjuk Kreativitas di BBM Sticker Factory

Saat posisi seperti itu, bersamaan dari arah berlawanan pun meluncur truk Mitsubishi nopol P 8462 UE. Selajutnya terjadi tabrakan, di jalur truk tersebut.

Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia di TKP.
Timbul pula kerugian material Rp 5 juta. “Kesimpulan sementara, pengendara Vario kurang hati-hati dan tidak menguasai situasi jalan,” ujar Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukanada, S.H.

Dia juga mengimbau kepada para pengendara motor yang melewati jalur utama di Selemadeg, agar menjadikan pelajaran setiap kejadian lakalantas, agar senantiasa berhati-hati, dengan memperhatikan laik kendaraannya. “Selain itu, penting pula penguasaan medan dan kondisi jalan. Konsenterasi dan patuhi aturan berlalu lintas sebagai upaya menekan kejadian laalantas,” ujar Kompol Sukanada, mengingatkan. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :