BALIPORTALNEWS.COM РKabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., dan Sekretaris Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. IGB Wiadnyana, M.M.,M.Pd., mengapresiasi UN di SMP PGRI 2 Denpasar  berjalan tertib dan berintegritas. Di sekolah ini 564 siswa mengikuti UN dengan sistem UNKP.

Wayan Supartha, mengungkapkan, SMP PGRI 2 Denpasar sejak lama diterima dengan baik oleh masyarakat. Alasannya, masyarakat mendapat pelayanan optimal di sekolah ini. Kini, predikat itu ditambah sebagai sekolah penuh disiplin serta konsekuen menerapkan pendidikan karakter.

Supartha juga menyanjung keunggulan sekolah ini dalam kelengkapan sarana sekolah. Ini menandakan sekolah ini terus berbuat, berkreasi dan berinovasi untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap kualitas guru tetap dijaga dan ditingkatkan karena mutu guru sangat menentukan hasil proses dan kualitas lulusan.

Baca Juga :  DLHK Denpasar Tertibkan 77 Pelanggar Lingkungan Selama Tahun 2020

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., menjelaskan, 564 peserta UN itu menggunakan 29 ruangan dengan kehadiran 100 persen. UN melibatkan 60 pengawas ruangan gabungan dari sub rayon 3 yakni SMPN 3 Denpasar, SMP Saraswati, SMP Albana dan SMP Pertiwi Dewata.

Meskipun nilai UN tak menjadi syarat utama kelulusan, namun Aryasudha, tetap memotivasi siswa meraih nilai UN terbaik, namun yang utama adalah kejujuran. Sebab, nilai UN dipakai untuk menentukan studi lanjut.

Aryasudha yang juga Ketua PGRI Bali ini menegaskan, sekolahnya mengedepankan UN yang jujur dan berintegritas. Siswanya sejak awal sudah dibudayakan tidak menyontek, apalagi berbuat tidak jujur. Semua itu dibudayakan dalam bentuk pendidikan disiplin dan menjunjung sportivitas.

Baca Juga :  Guna Mendukung Pemulihan Sektor Pariwisata, Sandiaga Uno Sampaikan Keinginan untuk Berkantor di Bali

Guru di sekolah, kata Aryasudha, sudah mempersiapkan siswa secara matang, baik dari materi lewat les maupun kesiapan mental. Makanya dia menilai pas kelulusan ditentukan oleh sekolah sebab keterampilan, sikap dan kepribadian siswa hanya diketahui oleh gurunya di sekolah.

SMP PGRI 2 Denpasar di Jalan Meduri No. 45 Denpasar Timur ini dikenal sekolah berprestasi. Di Porsenijar Kota Denpasar 2017, SMP PGRI 2 Denpasar meraih 3 perak dan 5 perunggu. Medali perak diraih di cabang sepak takraw beregu, karate dan kidung. Sementara medali perunggu diraih di cabang sepak takraw putri, sepak takraw double event, karate, bulu tangkis double putra dan atletik.

Tahun ini, kata Aryasudha, SMP PGRI 2 Denpasar hanya menerima 12 kelas sesuai dengan jumlah yang tamat. Yang membanggakan, sejak lama sekolah ini memberikan pelayanan terbaik yakni semua siswa masuk pagi dan sorenya dipakai untuk pengembangan diri lewat ekstrakurikuler.

Baca Juga :  Pembuang Sampah Sembarangan Diganjar Tipiring, Dijatuhkan Denda 200 Ribu Rupiah

Sekolah ini juga dikenal pro rakyat. Selain biaya pendidikan terjangkau, siswa yang berasal dari daerah Tonja, Sumerta, Kesiman, Penatih dan Kesiman Kertalangu diberi keringanan uang gedung Rp 300 ribu.

Sekretaris Kota YPLP PGRI Depasar, IGB Wiadnyana, salut dengan sekolah milik YPLP PGRI Denpasar ini. SMP PGRI 2 Denpasar membuktikan sekolah PGRI tak kalah dengan sekolah negeri lainnya dalam kualitas. Dengan prestasi ini, dia yakin masyarakat akan banyak memilih SMP PGRI 2 Denpasar pada PPDB tahun ini. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :