Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi kepada Sekehe teruna Satya Raharja Banjar Tauman yang telah mampu menampilkan cikal-bakal Desa Kekeran dalam bentuk fragmen tari dengan tema ‘Witning Kekeran’.

“Asal usul desa kekeran ini wajib diketahui oleh generasi muda sehingga dapat sebagai cambuk untuk memajukan desanya. Dan kita umat Hindu percaya bahwa Warna Kertih merupakan cikal bakal terbentuknya subak abian, danu kertih cikal-bakal subak yeh dan segara kertih cikal bakal dari para pendega. Sementara jagat kertih yang dimaksud adalah desa adat. Ini yang perlu kita proteksi dari masuknya budaya yang dapat merongrong keberadaan desa adat,” ungkap Giri Prasta sesaat setelah membuka secara resmi Pekan Olah Raga dan Seni Desa (Porsenides) Kekeran di lapangan Desa Kekeran, Minggu (14/5/2017).

Baca Juga :  Bupati Eka Serahkan Pakpahan DTW Tanah Lot

Pembukaan Porsenides ini ditandai dengan pelepasan balon. Hadir dalam kesempatan tersebut DPRD Kabupaten Badung Nyoman Satria, Perbekel Kekeran I Nyoman Suarda, Bendesa Adat Kekeran Wayan Sukandia dan tokoh masyarakat setempat.

Giri prasta mengatakan salah satu bentuk proteksi untuk  menjaga adat dan budaya desa agar tetap asri adalah melaksanakan Pekan Olah Raga Dan Seni Desa.  “Pementasan seni dalam porsenides ini merupakan bentuk kreatifitas generasi muda yang positip dan perlu terus ditingkatkan. Hal ini  sejalan dengan visi misi Bupati Badung yang berkaitan   dengan adat, agama serta budaya yang tertuang dalam bentuk program pengarusutamaan budaya. Saya harapkan dari pementasan ini dapat terus berlanjut dengan melihat ide-ide baru dari Desa Kekeran,” imbuhnya.

Baca Juga :  Honda CRF250Rally, Motor Reli Ringan dan Mudah Dikendalikan

Sementara itu Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda melaporkan Porsenides ini merupakan cikal bakal untuk menumbuhkan dan mendorong pengembangan seni didesa Kekeran sehingga dapat mewujudkan Desa kekeran sebagai desa pariwisata yang berwawasan budaya.

Porsenides ini berlangsung mulai 14 Mei sampai dengan 9 Juni 2017 dan diikuti 7 banjar diantaranya Banjar Delod Sema, Gelagah Puwun, Sangiang, Tauman, Dangin Pangkung, Delod Yeh dan Banjar Penyarikan. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :