BALIPORTALNEWS.COM – Ketua DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa menilai pemasangan spanduk tentang peringatan gelombang pasang di sekitar Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, sebagai hal konyol. “Tidak ada gelombang pasang. Konyol!” ungkapnya, Rabu (25/1/2017).

Menurut Sadam, demikian panggilan ketua DPC HNSI Tabanan itu, dengan adanya spanduk tersebut seakan di wilayah pantai tersebut tidak aman. “Padahal, pantai kita ini adalah pantai pariwisata. Tidak ada gelombang pasang,” tegasnya.

Sadam mengaku tak mengerti, padahal saat ini kondisi gelombang sedang bagus. “Tadi pagi ada warga yang tanya; kapan ada gelombang pasang. Saya jawab tidak ada. Setelah saya lihat memang ada spanduk itu terpasang,” ujarnya.

Sadam pun mengaku telah menelepon Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita, terkait hal itu. Selanjutnya, spanduk tersebut pun telah dicabut dari tempat itu.

Soal spanduk yang dinilai konyol itu pun sempat ramai di media sosial. Ada yang menyebut hal itu sebagai sesuatu yang kontraproduktif. Sementara yang lainnya mengatakan bahwa itu adalah imbauan jika terjadi gelombang pasang agar menjauh. “Kita tahu bahwa cuaca tidak menentu. Minimal ada peringatan untuk keselamatan kita bersama,” tukasnya.

Baca Juga :  Polda Bali dan BBPOM Amankan Ribuan Tablet Obat Ilegal

Sementara Sadam pun mengatakan setuju jika ada peringatan. “Asalkan ada sumber info cuaca yang jelas seperti BMKG atau satelit cuaca. Kalau yang itu (spanduk) peringatan tanpa dasar, dan dapat meresahkan masyarakat!” tandasnya.

Menurutnya, saat ini dunia sudah canggih. Soal info cuaca dapat di-update setiap saat. “Contoh seperti mulai Jumat sore sampai Minggu angin kencang 22 knot per jam. Lha, ini (spanduk) justru tidak ada peringatan?!” pungkasnya. (ita/bpn)