BALIPORTALNEWS.COMDenpasar sebagai jantung Ibukota Provinsi Bali kembali dijadikan pilot proyek, kali ini  oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Denpasar ditetapkan sebagai pilot project bidang Pengembangan Ketrampilan Daerah bersama 5 kota di Indonesia, yakni Makasar, Medan, Kerawang, dan Bojonegoro.

Untuk itu, Pemerintah Kota Denpasar langsung menggelar Focus Group Discussion (FGD)  yang menggandeng Kementerian PPN/Bappenas untuk meningkatkan keterpaduan lembaga Diklat dan Industri/Dunia usaha, Jumat (9/12/2016) di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.  

Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Bappenas karena telah lama menjalin kerjasama dimana tujuannya bagaimana kedepannya Denpasar bisa menjadi suatu kota yang kompeten, dimana kompeten tersebut artinya tenaga kerja yang dimiliki atau tersedia mempunyai kompetensi yang benar-benar memadai.

Dimana hal ini sebagai salah satu strategi didalam program pembangunan  kota secara berkelanjutan, yang sudah barang tentunya bisa mengatasi beban sosial yang tinggi kedepannya.

“Yang perlu kita sadari sekarang, kita tidak bisa berpikir secara kondisi lokal yang ada, karena kunci sekarang terhadap masalah ketenagakerjaan merupakan suatu hal yang penting yang harus dibahas. Karena mau tidak mau kita sudah memasuki era MEA, karena dalam MEA yang menjadi topiknya adalah masalah ketenagakerjaan. Senang tidak senag, tidak ada kata terlambat, dan hal ini harus tetap dilaksanakan secara konsisten dan,” kata Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan, kata kuncinya disini adalah bagaimana meningkatkan daya saing dari tenaga kerja itu sendiri, selain itu peran lembaga pendidikan/pelatihan serta dunia usaha juga tidak kalah pentingnya. Dalam hal ini bukan sekedar menyangkut hubungan dunia usaha dan pendidikan tetapi bagaimana cara penempatan tenaga dengan kompetensi yang besar, sehingga kita yang memiliki SDM besar tidak kehilangan kesempatan namun bisa menempati kesempatan yang ada.

“Dan untuk itu perlu adanya pemikiran yang mendalam, dan hal ini harus dilakukan secara masif kerena hal ini merupakan peningkatan daya saing yang dimiliki oleh SDM kita di Indonesia. Dan untuk itu kita harus mampu mensiasatinya lebih awal, dan kami berharap dari FGD ini menghasilkan sesuatu yang baik untuk pembangunan SDM di Denpasar yang memiliki daya saing serta kompetensi tinggi  dan tentunya bisa mewujudkan kota kompeten secara nyata,” pungkas Rai Mantra.

Sementara Advisor Bappenas, Sumarna Fatul Bahri didampingi Kasubdit, Kualitas Tenaga Kerja Bappenas, Iqbal Abas, mengatakan dasar pemikiran dari pilot project ini adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia dalam menghadapi persaingan MEA serta kebijakan dan program revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan kerja.

Dalam hal ini ada 2 tujuan yakni secara umum dan khusus, untuk umum yakni meningkatkan keterkaitan/keterpaduan lembaga diklat dan industri dunia usaha. Kemudian  khusus untuk meningkatkan kompetensi lulusan lembaga diklat sesuai kebutuhan serta meningkatkan kerjasama industri dan lembaga diklat khususnya untuk pemagangan dan penempatan kerja.  

“Hasil dari pada FGD ini akan digodok oleh Tim di pusat, lalu kami akan membuat rancangan tentang pilot project untuk Kota Denpasar, karena untuk 5 kota ini akan dibuat berbeda,” kata Sumarna.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan rencana dan assesment serta rancangan Indonesia youth employment network jejaring lapangan kerja bagi kaum muda Indonesia oleh Bappenas. (ngurah/humasdps/bpn)

 

Keterangan Foto : Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama dengan Sekda, A.A.N Rai Iswara saat foto bersama dengan para narasumber dan undangan lainnya saat acara  FGD, Jumat (9/12/2016) di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini