BALIPORTALNEWS.COM – Puluhan pecalang dari 23 desa pakraman Adat Kota Tabanan mengikuti pelatihan pecalang. Pelatihan tersebut dibuka Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya, di Lapangan Alit Saputra Tabanan, Minggu (2/10/2016).

Dalam pelatihan tersebut melibatkan unsur TNI/Polri, damkar, dan dalmas. Hadir pula Camat Tabanan IGA Supartiwi dan para bendesa adat.

Menurut Ketua Panitia, Wayan Wiguna Putra, pelatihan pecalang ini berlangsung hingga November 2016, dan selajutnya peserta akan dilantik pada Desember 2016. “Jumlah pecalang di desa pakraman ada sekitar 300 orang, namun hanya 46 orang yang mendapatkan pelatihan kali ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Bimtek Keprotokolan Pemkot Denpasar Tekankan Budaya Kerja Sewakadarma

Melalui pelatihan ini, diharapkan munculnya pecalang yang celangeling, danmecaling, yang bisa membentengi kota dari berbagai halangan dan hambatan.

“Pelatihan ini, lanjutnya, digelar berdasarkan hukum pararem yang disepakati. Kami berharap agar pelatihan seperti ini bisa berlanjut dan memberikan kesempatan kepada pecalang yang lainnya, sehingga muncul pecalang yang profesional dan mampu memberi rasa nyaman kepada warga,” harapnya.

Sementara Wabup Sajaya mengaku bangga dan mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kegiatan yang dilakukan Desa Pakraman Kota Tabanan merupakan terobosan yang progresif, dan bisa menjadi inspirasi bagi desa pakraman lainnya di Tabanan. Pecalang merupakan sebuah kearifan lokal yang harus dijaga eksistensinya. Melalui pecalang, adat dan budaya bisa kita pertahankan. Sebagai orang Bali, kita tidak bisa lepas dari yang namanya adat dan budaya,” ujar Sanjaya, seraya berharap kepada pecalang agar selalu solid dan profesional menjaga Bali. (ita/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini