BALIPORTALNEWS.COM – Selama empat hari, SMP PGRI 9 Denpasar mengadakan studi banding ke Thailand, Bangkok. Rombongan dipimpin Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. AA Ketut Sumitra, M.M., M.Si., dan diikuti 52 guru dan pegawai.

Studi banding yang juga diikuti Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, Bendahara YPLP PGRI Kota Denpasar, Made Rumpiuk, pembina SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. Ketut Sukartha, M.Si., Ketua Komite Made Tri Sadhu Arda, S.H., serta Korwas Dra. Nyoman Kartiniasih, mengunjungi Matthayom Watnairong School. Lembaga pendidikan ini terdepan di Tailand, Bangkok dengan english program school dan banyak menerima siswa asing.

Rombongan yang di-handle Bali Permata Tour juga diajak berwisata.

Agung Sumitra menegaskan, studi banding ini ke luar negeri merupakan program empat tahunan SMP PGRI 9 Denpasar bertujuan untuk membuka cakrawala guru dan menambah wawasan guru membangun sekolah berkualitas. Rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima Wakil Kepala Sekolah Matthayom Watnairong School, Rawikarn Bunyarid yang menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar.

Di sekolah ini, rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima hampir empat jam dengan suasana hangat oleh guru dan siswa. Rombongan dari Bali ini banyak mendapat inspirasi manajemen sekolah hingga menjadi sekolah berprestasi namun tetap mengedepankan pendidikan karakter dan sopan santun.

AA Ketut Sumitra yang pengelingsir Puri Padang Luwih Dalung yang druwe Puri Mengwi ini mengaku terkesan dengan budaya hidup bersih dan keunggulan program bahasa Inggris yang diterapkan di Matthayom Watnairong School. ‘’Budaya hidup bersih dan keunggulan bahasa Inggris yang dikembangkan di sekolah itu bisa kita tiru dan kembangkan di Denpasar. Sementara sarana-prasarana pendidikan jangan ditanya lagi. Mereka sepenuhnya sudah mengembangkan kegiatan belajar-mengajar berbasiskan IT yang serba canggih, tapi tak melupakan budaya lokal,’’ katanya.

Kata Agung Sumitra, lingkungan sekolah serta ruang kelas yang sangat nyaman, tenang dan bersih sehingga suasana yang representatif itu sangat membantu siswa dalam menyerap materi pelajaran. Termasuk ruang kepala sekolah dilengkapi ruang istirahat, kamar mandi berkelas hotel dan sarana lain. Demikian pula dengan ruang perpustakaan dan kantin sekolah ditata dengan apik.

Hal lain yang bisa ditiru adalah mengembangkan klub bahasa Inggris. Jika selama ini hanya siswa yang mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, untuk ke depan seluruh guru SMP PGRI 9 Denpasar juga akan dikursuskan bahasa Inggris secara gratis. Ini ia sebut sebagai bekal menghadapi persaingan di era global.

Agung Sumitra menegaskan, SMP PGRI 9 Denpasar berkomitmen memberikan model pelayanan berkualitas. Siswa dididik secara akademis dan berkarakter dengan pelayanan penuh kasih sayang. Ini ia sebut pelayanan dari hati ke hati, bukan dengan cara kekerasan.

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar dan memuji kekompakan guru. Dengan begitu sekolah punya pengalaman, mampu meningkatkan disiplin serta mutu pendididikan maupun SDM guru. Bahkan Madiadnyana mendorong sekolah PGRI lain meniru langkah SMP PGRI 9 Denpasar meningkatkan kualitas dengan mengadakan studi komparasi ke luar negeri. (tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini