BALIPORTALNEWS.COM – Pertanian yang ada saat ini merupan akar budaya yang harus dipertahan. Untuk itu pertanian harus mendapatkan perhatian serius selain pariwisata.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra usai melakukan panen perdana dengan mesin Mini Combine di Subak Renon, Senin (5/9/2016).

“Petani saat ini tidak perlu lagi membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan panen setelah adanya mesin mini combine ini,” ujar Rai Mantra.

Mengingat dengan mesin ini hanya membutuhkan dua tenaga manusia dan untuk memanen 1 hektar dibutuhkan enam jam. Dengan bantuan mesin ini jauh lebih efisien dalam melakukan panen. Disamping dengan memadukan teknologi juga diharus diimbangi dengan penerapan varitas unggul sehingga hasil panen terus mengalami peningkatan.

Seperti sekarang ini telah diterapkan varitas baru yaitu varitas Situbagendit. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan varitas itubagendit dapat menghasilkan 10 ton untuk 1 hektar.

Meski varitas baru para petani diharapkan jangan khawatir bila ada yang menyampaikan tidak akan ada yang membeli hasilnya. Mengingat Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan dana talangan untuk membelinya melalui Dinas Pertanian.

Rai Mantra bersyukur mengingat jenis varitas Situbagendit menjadi rebutan hasil panennya di pasaran. Lebih lanjut Rai Mantra berharap untuk pengolah pertanian di Denpasar harus dipadukan dengan teknologi. Disamping mempermudah para petani juga untuk meningkatkan daya saing petani itu sendiri.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra menambahkan untuk panen kali ini merupakan panen perdana jenis varitas baru Situbagendit.

Penanaman jenis varitas baru ini menurut Ambara Putra untuk menghindari terjadi serangan hama termasuk juga produksinya juga bagus setelah dilakukan percobaan.

Di Kota Denpasar sendiri untuk jenis varitas ini telah di tanam seluas 600 hektar sedangkan yang dipanen subak Renon ini baru seluas 50 hektar. Disamping menghindari hama, jenis varitas ini juga tidak membutuhkan banyak air mengingat debit air di Denpasar kecil.

Bahkan semua padi jenis paritas ini yang ada di subak Renon telah laku terjual dengan harga Rp 330 ribu per are. “Harga padi jenis ini terjual cukup mahal dibandingkan jenis paritas lainnya,” ujar Ambara Putra.

Disamping itu untuk mempermudah para petani melakukan panen, Pemerintah Kota Denpasar telah memadukan dengan teknologi dengan menggunakan mesin mini combine. Ia juga mengaku akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar.

Pekaseh Subak Renon Made Bagiarta mengatakan, dengan adanya varitas baru ini hasilnya lebih baik dari varitas terdahulu. Memang awalnya banyak petani takut untuk menanam jenis ini, namun setelah Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian terus memberikan dorongan akhirnya seluruh subak Renon menanam jenis varitas ini.

Bahkan dengan dipadukan dengan teknologi lebih memudahkan para petani melakukan panen dengan tenaga yang sangat sedikit. (gst/humas pemkot dps/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini