BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)  menjalankan pola hidup sehat dengan menyeimbangkan aktivitas makan, tidur dan berolah raga.

Sebab menurutnya makan dan tidur secara berlebihan tanpa diimbangi kegiatan olah raga akan mengancam ketahanan fisik dan ujung-ujungnya menyebabkan jatuh sakit.

Penekanan itu disampaikannya pada pelaksanaan apel disiplin di Halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (19/9/2016).

Hal itu diungkapkan Pastika berkaitan dengan suasana hari raya yang baru saja dilewati oleh jajaran ASN, khususnya yang beragama Hindu. Selain melaksanakan yadnya, menurut Pastika hari raya identik dengan makanan yang lebih istimewa dari hari biasanya.

Jika tidak bisa mengendalikan diri, biasanya sebagian orang akan larut dalam aktivitas makan dan tidur berlebih. Alhasil, ketika tiba saatnya masuk kerja, tubuh menjadi lemas dan malas beraktivitas.

Agar tidak demikian, dia minta jajarannya tetap meluangkan waktu untuk berolah raga.

Lebih dari itu, dia kembali mengingatkan kalangan ASN untuk memaknai hari raya sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual. “Setelah melewati hari raya, harusnya menjadi individu yang lebih baik dan bisa mengendalikan atau bahkan melenyapkan unsur negatif dalam diri seperti amarah, iri, dendam, sombong dan serakah,” ujarnya.

Jika unsur-unsur negatif masih menguasai dalam diri seseorang pascamelaksanakan hari raya, Pastika menyebut mereka gagal memenangkan dharma atas adharma.

Dia berkeyakinan, ASN sebagai kelompok intelektual punya daya nalar yang lebih baik untuk mengendalikan unsur negatif dalam diri masing-masing. “Renungan ini patut kita camkan bersama,” imbuhnya.

Selain sebagai momentum peningkatan kualitas spiritual dan kemenangan dharma atas adharma, Pastika berharap perayaan Galungan dan Kuningan mampu memotivasi dan memberi semangat bagi para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Masih dalam pengarahannya, Gubernur Pastika mengingatkan pula waktu pelaksanaan angaran 2016 yang berjalan begitu cepat dan sudah mendekati akhir tahun. Karena itu, dia meminta jajarannya untuk mengawal pelaksanaan berbagai program yang tengah berjalan.

Terlebih, hasil evaluasi yang dilakukan KemenPAN-RB tak menunjukkan adanya kemajuan dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP). “Hal ini harus jadi pemikiran dan perhatian kita semua,” ucapnya.

Pada bagian lain, dia juga mengingatkan perubahan struktur organisasi yang akan dilaksanakan mengikuti amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah. Perubahan ini akan mengakibatkan hilangnya beberapa jataban struktural di level eselon IV dan III.

“Nanti kita evaluasi, mana yang tidak produktif dan bisa dihilangkan,” imbuh Pastika seraya minta jajarannya tetap melaksanakan tugas dengan baik. (man/humas pemprov bali/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini