Sambut Hari Raya Galungan, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasar murah menyambut hari raya Galungan dan Kuningan kembali digelar Pemerintah Kota Denpasar yang kali ini dipusatkan di lapangan parkir Taman Kota Lumintang. Disamping itu pasar murah juga telah dilaksanakan di masing-masing desa/lurah sehingga masyarakat dapat harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Demikian disampaikan Plt. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela-sela meninjau pasar murah yang digelar Dinas Pertanian bersama PKK Kota Denpasar. Kali ini pasar murah yang berlangsung selama lima hari mulai hari Selasa (22/5/2018) hingga Sabtu (26/5/2018) melibatkan puluhan pedagang perlengkapan upakara termasuk juga perlengkapan untuk menyambut hari Raya Galungan.

Pelaksanaan pasar murah ini di buka secara resmi oleh Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara yang ditandai dengan pemotongan pita, Selasa (22/5/2018) di Lapangan Parkir Taman Kota Denpasar.

Dengan adanya pasar murah di taman parkir Lumintang Plt. Walikota IGN Jaya Negara berharap masyarkat yang sedang berolahraga dapat memanfaatkan pasar murah untuk membeli keperluan untuk menyambut hari Raya Galungan. “Kami harapkan masyarakat memanfaatkan pasar murah yang sedang berlangsung di lapangan parkir Lumintang untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari pasar,” ujar Jaya Negara.

Sementara Kepala Dinas Pertanian I Gede Ambara Putra Ketua Aspartan Kota Denpasar, ditemui di sela-sela pembukaan pasar murah mengatakan pasar murah ini dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian bersama Tim Penggerak PKK Kota Denpasar. Pelaksanaan pasar murah ini rutin dilaksanakan setiap menjelang menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Pelaksanaan pasar murah banyak melibatkan UMKM Kota Denpasar yang membuat produk keperluan upacara Galungan dan Kuningan. Disamping itu antara stand tidak ada produk yang dijual jenisnya sama, hal ini untuk menghindari tumpang tindih.

“Untuk para pedagang tidak ada produk yang dijual jenisnya sama. Ini juga untuk menghindari tumpang tindih,” ujar Ambara Putra. Terkait dengan harga Ambara Putra mengaku menjamin harganya lebih murah dari pasar mengingat produknya mendatangkan langsung dari para petani. Disamping itu dalam pasar murah ini melibatkan Bulog untuk menyediakan produk sembako.

Salah seorang pedagang di pasar murah Eka Mahadi Putra mengatakan hasil pertanian yang dijualnya seperti buang jeruk dan pisang harganya lebih murah dari harga pasar. Hal ini mengingat buah-buah yang dijual langsung berasal dari petani. “Kami menjual hasil pertanian seperti jeruk lebih murah dari pasar. Seperti jeruk di pasar murah dari harga Rp 5000,- sampai Rp 10.000, sedangkan di pasar bisa harga jeruk mencapai Rp 8000,- sampai Rp 10.000,- ,” ujarnya.(gst/humas-dps/bpn)