Puluhan Dokter Gigi Periksa Kesehatan Gigi Masyarakat Kukuh

79

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar Jurusan Keperawatan Gigi menggelar pengabdian masyarakat, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gigi masyarakat di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Dalam program tersebut, Poltekkes Denpasar memboyong 21 dokter gigi dari Jurusan Keperawatan Gigi dan Poliklinik RSUP Sanglah. Juga ada 20 perawat gigi dan 15 mahasiswa. Sementara tercatat 150 warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kesehatan gigi. Ada yang tambal gigi, bersihkan karang gigi, hingga cabut gigi.

Ketua Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Denpasar, drg. Sagung Agung Putri Dwi Astuti, M.Kes, mengatakan, pengabdian ke masyarakat ini juga akan diisi dengan pembentukan dan pelatihan dokter gigi kecil di sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Marga II. Wilayah kerja Puskesmas Marga II meliputi Desa Kukuh, Desa Tegaljadi, Desa Beringkit Belayu, Desa Peken Belayu, Desa Cau Belayu, dan Desa Selanbawak.

Kegiatan lain berupa pelatihan bagi kader posyandu, dalam upaya meningkatan derajat kesehatan gigi masyarakat. Penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa SMP, dan promosi kesehatan gigi bagi siswa. “Pengabdian masyarakat pada periode pertama ini mulai dari April hingga Juni 2018,” ungkap Dwi Astuti.

Sementara pengabdian masyarakat pada periode II akan dilaksanakan mulai Juli hingga September 2018. Kegiatan berupa pemberdayaan guru penjaskes SD se-Desa Kukuh. Penyuluhan, dan pelatihan menyikat gigi bagi siswa SMPN 2 Marga di Desa Kukuh.

Pemberdayaan posyandu dan pencegahan karies dengan PIT dan fissure sealand di SD se-Desa Kukuh. Pada acara pembukaan diisi dengan kegiatan pemeriksaan gigi, yang melibatkan 21 dokter dari Poltekkes Denpasar dan RSUP Sanglah. Ada juga demo menyikat gigi yang baik dan benar untuk siswa SDN 1 Kukuh, siswa SDN 3 Kukuh, dan siswa SDN 4 Kukuh.

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, menyambut baik pengabdian masyarakat yang digelar Poltekkes Denpasar. Menurutnya, membangun desa, terutama meningkatan derajat kesehatan masyarakat, tidak bisa hanya mengandalkan dana desa.

Menurutnya, perlu sinergi dengan pihak ketiga, seperti kampus dan pengusaha. Dia berharap, masyarakat Desa Kukuh semakin paham menjaga kesehatan gigi. Sebab, sakit gigi berdampak terhadap pencernaan, mengganggu aktivitas belajar, dan merusak konsenterasi kerja.

“Harapan saya, masyarakat Desa Kukuh semakin paham dalam upaya mencegah penyakit gigi dan mulut,” pungkas Sugianto. (ita/bpn)